BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Terik matahari yang menyengat pada Minggu (3/5/2026) siang tak menghalangi langkah Ama Siswanto untuk turun langsung ke lapangan. Anggota DPRD Jombang tersebut tampak meninjau proses pengeboran sumur bor bersama sejumlah petani di area persawahan Desa Sumberejo, Kecamatan Plandaan.
Di tengah hamparan sawah yang mulai mengering, Ama berdialog dengan para petani sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Total ada sembilan titik sumur bor yang saat ini tengah dikerjakan dan tersebar di beberapa lokasi strategis di desa tersebut.
Program pembangunan sumur bor ini bukan tanpa alasan. Ama menjelaskan, program tersebut merupakan realisasi dari aspirasi warga yang disampaikan dalam kegiatan reses tahun lalu.
Keluhan utama petani saat itu adalah kesulitan mendapatkan air, terutama saat musim kemarau panjang melanda.
“Kalau musim kemarau, warga khususnya petani di wilayah ini sering kesulitan air. Selain kondisi tanah yang kering, sumber air juga jauh dari akses jalan,” ujar Ama di sela peninjauan.
Menurutnya, kondisi tersebut kerap berdampak pada produktivitas pertanian. Tidak sedikit petani yang terpaksa menunda masa tanam atau bahkan mengalami gagal panen akibat minimnya pasokan air.
Berangkat dari permasalahan itu, Ama memperjuangkan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang. Upaya tersebut akhirnya terealisasi pada tahun 2026 dengan dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah tahun ini bisa terealisasi. Ada sembilan titik sumur bor yang kita bangun untuk membantu kebutuhan air para petani,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan sumur bor ini diharapkan tidak hanya mempermudah akses air untuk pengairan sawah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan di daerah.
“Ini bukan sekadar bantuan infrastruktur, tapi juga bagian dari komitmen kami untuk memperkuat ketahanan pangan. Harapannya produksi pertanian bisa lebih stabil meski menghadapi musim kemarau,” jelas Ama Siswanto, Wakil Rakyat Jombang dari Fraksi PDI-Perjuangan.
Ama juga menegaskan bahwa program tersebut selaras dengan arahan partainya dalam memperkuat sektor pangan nasional. Ia pun menargetkan pembangunan sumur bor dapat terus diperluas ke wilayah lain.
“Ke depan, kami berharap setiap dusun di Desa Sumberejo bisa memiliki sumur bor. Ini sebagai langkah antisipasi menghadapi fenomena kemarau panjang, termasuk dampak El Nino,” tambahnya.
Sementara itu, Suwarno, salah satu petani setempat, menyambut baik pembangunan sumur bor tersebut. Ia mengaku selama ini para petani sangat bergantung pada curah hujan untuk mengairi sawah.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Sumur bor ini sangat membantu, terutama saat musim kemarau. Jadi kami tidak terlalu khawatir lagi soal air,” ungkapnya.
Dengan adanya fasilitas tersebut, para petani berharap hasil panen ke depan bisa meningkat dan lebih stabil. Selain itu, mereka juga optimistis dapat tetap berproduksi meski kondisi cuaca tidak menentu.
“Pembangunan sumur bor ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menjawab kebutuhan petani sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Jombang. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak atas bantuan dan kepeduliannya terhadap petani,” tandasnya.


















