Terkini

Warga Desa Mojoduwur, Desak Pengurus Tambang Wajib Realisasikan CSR

15
×

Warga Desa Mojoduwur, Desak Pengurus Tambang Wajib Realisasikan CSR

Sebarkan artikel ini
Desa Mojoduwur
Lokasi tambang Galian C Dusun Sanan, Desa Mojoduwur.

BERITABANGSA.ID, NGANJUK – Warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, kembali melayangkan protes keras terhadap pengelola tambang galian C yang beroperasi di wilayah mereka.

Kali ini, masyarakat menuntut agar program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau yang lebih dikenal dengan CSR (Corporate Social Responsibility) segera direalisasikan, karena dinilai sudah terlambat dan tidak ada kepastian kapan dimulainya.

Selama bertahun-tahun, warga mengaku hanya dijanjikan berbagai bantuan dan pembangunan fasilitas umum sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap dampak operasional tambang.

Namun hingga saat ini, janji-janji manis tersebut belum juga dibuktikan dengan tindakan nyata di lapangan.

Padahal, kerugian yang dialami warga sangat besar, mulai dari jalan rusak parah, debu yang menyesakkan, hingga getaran yang merusak rumah warga. Masyarakat merasa sangat dirugikan, sementara kontribusi perusahaan untuk kesejahteraan warga sekitar terkesan diabaikan begitu saja.

Slamet Riyadi (45), tokoh masyarakat mengatakan, “Sudah bertahun-tahun mereka gali, truk lewat terus menghancurkan jalan dan lingkungan kami. Selama ini kami sering diiming-imingi ada dana CSR, ada bantuan pembangunan masjid dan bantuan sosial. Tapi nyatanya? Sampai hari ini tidak ada satu pun realisasi yang nyata. Itu kan janji palsu! Kami tidak mau lagi digantung terus, minta sekarang juga CSR-nya dicairkan dan dijalankan,” tegasnya dengan emosi pada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Hal senada diungkapkan oleh Sugeng (40), warga setempat. Ia menilai perusahaan seolah tidak peduli dengan penderitaan warga.

“Mereka dapat untung besar dari tanah kami, tapi kami yang dapat apa? Cuma debu, becek, dan jalan bolong-bolong. Kalau bicara soal kewajiban bayar pajak atau izin mungkin mereka rajin, tapi soal tanggung jawab sosial ke warga kok malas sekali. Kami minta penjelasan, dana CSR itu ada atau tidak? Kalau ada, segera direalisasikan sekarang juga, jangan ditunda-tunda lagi,” ungkapnya.

Sumiati (37), salah satu ibu rumah tangga juga ikut menyuarakan kekecewaannya.
“Kami berharap dengan adanya tambang ini hidup kami bisa terbantu, ada bantuan untuk anak sekolah, ada perbaikan fasilitas desa. Tapi harapan kami pupus sudah, sampai sekarang tidak ada hasilnya. Kalau mereka tidak mau menepati janji, lebih baik tambang ini ditutup saja, kami tidak butuh tambang yang tidak punya hati dan tidak peduli warga,” tukasnya.

Warga pun memberikan ultimatum. Jika dalam waktu dekat pengelola tambang tidak kunjung menindaklanjuti dan memulai program CSR tersebut, warga siap melakukan aksi blokade atau penolakan yang lebih masif agar operasional perusahaan dihentikan total.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Nganjuk turun tangan menegur dan memaksa pengusaha tambang untuk menepati kewajibannya sesuai aturan yang berlaku, demi keadilan dan kesejahteraan bersama.

Sementara pihak tambang ketika wartawan ke lokasi sepi tanpa adanya pekerja.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60