BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 di Universitas Airlangga diwarnai kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Tidak sedikit di antaranya datang dari luar Pulau Jawa, menempuh perjalanan panjang demi memperebutkan kursi perguruan tinggi negeri (PTN) favorit.
Fenomena ini mencerminkan tingginya daya tarik UNAIR sebagai salah satu kampus tujuan utama dalam seleksi nasional. Selain reputasi akademik, fasilitas ujian yang dinilai memadai turut menjadi pertimbangan peserta untuk memilih lokasi ujian di Surabaya.
Salah satu peserta, Kesya Arnelita Ilham, siswi MAN 1 Kendari, Sulawesi Tenggara, harus menempuh perjalanan udara sekitar delapan jam untuk mengikuti UTBK di UNAIR. Selama di Surabaya, ia tinggal bersama neneknya.
“Ini pertama kalinya saya ke Surabaya. Senang sekali bisa ikut UTBK di UNAIR karena ini kampus impian saya,” ujarnya.
Kesya memilih program studi ekonomi dan keperawatan. Ia mengaku telah mempersiapkan diri sejak awal kelas XII dengan mengikuti bimbingan belajar serta rutin menjalani try out daring.
Baginya, mengikuti UTBK di luar daerah tidak hanya soal seleksi masuk PTN, tetapi juga pengalaman baru yang berharga.
Ia menilai fasilitas ujian di UNAIR cukup nyaman dan mendukung. Selama pelaksanaan ujian, tidak ada kendala berarti yang ia hadapi.
Dukungan keluarga menjadi faktor penting yang menjaga semangatnya tetap stabil selama proses persiapan hingga pelaksanaan tes.

“Fasilitasnya nyaman, tidak ada kendala. Keluarga juga mendukung penuh,” tuturnya.
Kesya turut membagikan pesan bagi peserta lain agar menjaga konsistensi dalam belajar dan memperbanyak latihan soal.
Menurutnya, intensitas try out menjadi kunci untuk membangun kesiapan menghadapi UTBK.
Cerita serupa datang dari Bintang Destriana Rante Kombong Padondan, peserta asal Kalimantan Timur. Ia memilih mengikuti UTBK di Surabaya karena menargetkan Program Studi Hukum UNAIR.
“Kesan ikut UTBK cukup menyenangkan. Fasilitasnya bagus, nyaman, dan tertib,” katanya.
Berbeda dengan Kesya, Bintang datang seorang diri ke Surabaya. Ia telah terbiasa hidup mandiri sejak merantau saat SMA. Selama mengikuti UTBK, ia tinggal di asrama sekolah yang telah disiapkan.
Motivasi utamanya memilih jurusan hukum berangkat dari cita-cita menjadi notaris. Untuk mempersiapkan diri, ia mengikuti bimbingan belajar di sekolah serta menjalani try out hingga tiga kali dalam sepekan.
Menurutnya, kualitas pendidikan di Pulau Jawa masih menjadi magnet utama bagi pelajar dari daerah. Reputasi institusi dan peluang pengembangan diri menjadi faktor penentu dalam memilih UNAIR sebagai tujuan.
“Saya ingin pendidikan yang lebih tinggi, bagus, dan bereputasi,” ujarnya.
Ia juga membagikan pendekatan personal dalam menghadapi ujian. Alih-alih terbebani, ia memilih menjaga pola pikir agar tetap ringan saat mengerjakan soal.
“Kerjakan, pulang, lalu lupakan. Jangan terlalu dipaksakan atau merasa tertekan,” ucapnya.


















