BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Ratusan mahasiswa kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) didorong memperkuat nilai silaturahmi dalam sarasehan budaya yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, di Kabupaten Jombang, Jumat (27/3/2026) sore.
Kegiatan yang dikemas dalam tradisi “sowan” atau silaturahmi budaya tersebut menjadi ruang dialog bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya membangun relasi sosial dari perspektif budaya dan agama.
Dalam sambutannya, Wiwin menekankan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi, melainkan fondasi penting dalam memperkuat hubungan antar manusia.
“Melalui silaturahmi, kita bisa saling mengenal, membuka peluang kolaborasi, hingga bersinergi membangun negeri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wiwin.
Ia menambahkan, silaturahmi juga dapat menjadi momentum refleksi bagi setiap individu untuk mengevaluasi langkah dan kontribusi yang telah dilakukan. Menurut dia, mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah berbagai tantangan bangsa.
Oleh karenanya, wakil rakyat dari Fraksi PDI-Perjuangan itu mendorong peserta sarasehan memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang bertukar gagasan sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini.
“Saat ini kita menghadapi berbagai tantangan, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga kebudayaan. Maka penting bagi kita memahami makna silaturahmi agar bisa melahirkan solusi bersama,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wiwin juga menyampaikan ucapan selamat atas hari ulang tahun ke-72 GMNI. Perayaan tersebut ditandai dengan pemberian kue ulang tahun, nasi tumpeng, serta dukungan kepada para mahasiswa.
Ia berharap mahasiswa GMNI mampu menjadi generasi yang sukses dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Saya yakin teman-teman semua akan menjadi generasi yang berhasil di bidangnya masing-masing. Mari kita perkuat sinergi untuk menghadirkan ide dan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa,” tuturnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif yang menghadirkan budayawan Jombang, Imam Ghozali. Diskusi berlangsung dinamis dengan pembahasan mendalam mengenai nilai dan makna silaturahmi dalam perspektif budaya dan agama.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para peserta tampak aktif menyampaikan pandangan serta pertanyaan, mencerminkan tingginya antusiasme mahasiswa dalam memahami peran silaturahmi sebagai perekat sosial di tengah kehidupan berbangsa.


















