Terkini

Kunjungan ke Jombang, Mensos Sosialisasi DTSEN dan Tekankan Digitalisasi Bansos

14
×

Kunjungan ke Jombang, Mensos Sosialisasi DTSEN dan Tekankan Digitalisasi Bansos

Sebarkan artikel ini
Mensos
Tampak Mensos Ipul saat di Pendopo Kabupaten Jombang. Foto: Faiz Beritabangsa.id.

BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Pemerintah terus berupaya membenahi tata kelola bantuan sosial agar lebih transparan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dari Pendapa Kabupaten Jombang, Sabtu (28/2/2026), Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memperkenalkan arah baru penyaluran Bansos berbasis digital.

Dalam kunjungan kerjanya, Gus Ipul tak hanya menyosialisasikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), tetapi juga memaparkan rencana digitalisasi bansos yang memungkinkan masyarakat mengusulkan diri sebagai penerima bantuan melalui aplikasi.

“Ke depan, setiap orang bisa menyampaikan usulan untuk memperoleh bansos lewat aplikasi. Nanti sistem yang akan memverifikasi dan memberikan jawaban,” ujar Gus Ipul kepada wartawan.

Aplikasi tersebut saat ini tengah disiapkan bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Menurut dia, digitalisasi ini diharapkan mempercepat proses verifikasi sekaligus meminimalkan potensi kesalahan data dan tumpang tindih penerima bantuan.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Bupati Jombang Warsubi beserta jajaran perangkat daerah, kepala desa, operator data desa, dan pilar sosial lainnya.

Meski mengedepankan sistem digital, Gus Ipul menegaskan bahwa validitas data tetap bertumpu pada proses pendataan berjenjang dari tingkat RT, RW, desa atau kelurahan, hingga Dinas Sosial sebelum terintegrasi ke DTSEN. Data tersebut nantinya akan diperbarui setiap tiga bulan.

Ia menjelaskan, DTSEN akan menyajikan data dalam bentuk peringkat desil 1 hingga desil 10. Skema ini memudahkan pemerintah menentukan prioritas intervensi, terutama bagi kelompok masyarakat paling rentan.

“Dengan data yang lebih presisi dan sistem yang lebih terbuka, kita ingin bansos benar-benar menyentuh warga yang berhak,” kata Gus Ipul.

Melalui kombinasi pembaruan data berkala dan digitalisasi layanan, pemerintah berharap tata kelola perlindungan sosial semakin akuntabel, sekaligus memberi ruang partisipasi lebih luas bagi masyarakat.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60