BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Polemik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro berbuntut pelaporan polisi. Lihat saja, seorang wali murid mengupload menu MBG di akun Sosial Media (Sosmed) @dyputri, berisi kritikan malah dipolisikan Kepala SPPG di Ngeraho.
Pemilik akun bernama Putri ini mengaku hanya berniat menyuarakan apa yang diperoleh anaknya melalui Sosmed miliknya. Dia mengeluhkan kualitas menu dari salah satu SPPG di wilayah Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, namun malah dilaporkan, Rabu (25/2/2026).
Dia tidak mengetahui jika postingannya memicu debat publik mengenai batasan antara kritik terhadap layanan pemerintah dan tuduhan pencemaran nama baik.
“Dalam video saya isinya hanya menjelaskan apa saja menu MBG yang di dapat oleh anak saya, karena anak saya juga mendapatkan makanan tersebut. Kalau memang anggaran Rp8000, kemarin tahu bakso masuk di harga Rp2000, jeruk Rp2000, itu oke lah, tapi kalau singkong keju segitu dihargai Rp4000, apa masuk akal? Sedangkan kalau kita beli di luar, Rp10000 itu sudah melimpah, bukan hanya singkongnya tapi juga kejunya,” ujar putri saat memberikan klarifikasi.
Selain masalah harga, pemilihan bahan pangan juga menjadi poin kritis. Putri menyarankan agar karbohidrat diganti dengan kentang yang lebih disukai anak-anak daripada singkong, guna memastikan makanan tersebut benar-benar dikonsumsi oleh para siswa.
Putri selaku wali murid tersebut merasa heran dan menegaskan bahwa apa yang diunggahnya bukanlah hoaks atau fitnah, melainkan produk nyata yang diterima siswa, serta anaknya di sekolah.
“Emang aku mencemarkan apa ya? Aku kan cuma spill sesuai kenyataan yang dibagikan ke lapangan. Kalau saya tidak dapat (menu) dari SPPG tersebut, tidak mungkin saya berani bicara,” tegasnya.
Hingga berita ini ditayangkan pihak SPPG Ngraho yang melaporkan Putri belum dapat dihubungi.


















