Pendidikan

ITS–AAL Rintis Pusat Studi Perang Drone, Sinergi Kampus dan Militer

22
×

ITS–AAL Rintis Pusat Studi Perang Drone, Sinergi Kampus dan Militer

Sebarkan artikel ini
ITS
Jajaran pimpinan ITS dan AAL usai diskusi terkait kolaborasi pembukaan Pusat Studi Perang Drone di Ruang Kerja Rektor ITS. Foto: Mwd, Beritabangsa.id.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Akademi Angkatan Laut (AAL) dalam pengembangan Pusat Studi Perang Drone.

Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian teknologi pertahanan nasional berbasis riset dan inovasi. Penjajakan dilakukan dalam agenda courtesy visit jajaran AAL di Ruang Rektor ITS, Gedung Rektorat ITS, Kamis, 26 Februari 2026.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menyebut kunjungan tersebut sebagai peluang kolaborasi yang signifikan bagi kampus teknologi itu.

Menurut dia, ITS memiliki sumber daya dosen dan tenaga ahli yang telah lama berkecimpung dalam pengembangan teknologi drone dan sistem tanpa awak.

Ia menambahkan, kapasitas ITS tidak hanya bertumpu pada individu peneliti, tetapi juga pada ekosistem riset yang terbangun.

Berbagai kelompok riset di bidang robotika, otomotif, rekayasa sistem, hingga teknologi informasi dinilai relevan untuk menopang pengembangan pusat studi yang dirancang lebih aplikatif dan terintegrasi.

Dari pihak AAL, Sekretaris Lembaga AAL Laksamana Pertama TNI Asep Iwa Soemantri menegaskan urgensi penguasaan teknologi drone di dalam negeri, terutama untuk kepentingan pertahanan.

Menurut dia, sistem pertahanan tanpa awak menawarkan efisiensi operasional sekaligus fleksibilitas taktis dalam berbagai skenario.

Ia menekankan bahwa fungsi strategis drone tidak terbatas pada konteks militer. Teknologi tersebut juga memiliki nilai guna di sektor sipil, seperti pertanian dan perkebunan, termasuk untuk pemetaan lahan, pemantauan tanaman, dan efisiensi distribusi sumber daya.

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD (dua dari kanan) dan Sekretaris Lembaga AAL Laksma TNI Dr Asep Iwa Soemantri SE MM MTrOpsla (dua dari kiri) saat wawancara. Foto: Mwd, Beritabangsa.id.

Dalam kerangka itu, kolaborasi militer sebagai pengguna dan kalangan teknokrat sebagai pengembang dinilai dapat mempercepat proses industrialisasi teknologi pertahanan nasional.

AAL, kata Iwa, telah memasukkan materi terkait teknologi siber dan perang drone ke dalam kurikulum, termasuk di lingkungan pendidikan Marinir.

Di institusinya juga telah tersedia laboratorium yang mendukung pembelajaran teknologi tersebut. Kehadiran pusat studi bersama dipandang dapat memperdalam aspek riset dan pengembangan, sekaligus meminimalkan deviasi operasional ketika teknologi diterapkan di lapangan.

Ia menyebut kedekatan geografis antara ITS dan AAL sebagai faktor strategis yang memudahkan koordinasi dan sinergi jangka panjang.

Dengan infrastruktur akademik yang kuat dan kebutuhan operasional militer yang terus berkembang, kerja sama ini diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya presisi secara teknis, tetapi juga relevan secara taktis.

Usai diskusi penjajakan kerja sama, Iwa memberikan kuliah tamu di hadapan mahasiswa Departemen Teknologi Informasi ITS di Auditorium Tower 2.

Dalam kesempatan itu, ia membahas pembentukan karakter kader pemimpin sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia.

Agenda tersebut menjadi langkah awal kerja sama strategis ITS dan AAL, khususnya dalam pengembangan talenta unggul di bidang teknologi dan pertahanan.

Inisiatif kolaborasi ini juga ditempatkan dalam kerangka komitmen ITS terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals, terutama poin ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur; poin ke-17 mengenai kemitraan; serta poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60