BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Dugaan pelanggaran di dua Lapas; Lapas Kelas IIA Bojonegoro dan Pamekasan belum transparan ditangani. Hasil pemeriksaan dan evaluasi terhadap oknum yang terlibat, belum jelas. Untuk itu AMI mengancam unjuk rasa , Rabu dan Kamis (25-26 Februari 2026).
Melihat itu, Sekjen AMI, Abdul Aziz, mendesak agar ada pertanggungjawaban terbuka dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS), Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, dan 2 Kepala Lapas Kelas IIA di Bojonegoro dan Pamekasan.
“Ini sudah mencuat ke publik maka wajar masyarakat menanyakaan keseriusan pengawasan. Negara tidak boleh kalah oleh oknum,” tegas Abdul Aziz.
Menurutnya, jika telah diperiksa, hasilnya wajib disampaikan terbuka. Sebaliknya, jika ada pelanggaran, maka secara resmi harus diumumkan agar tak terjadi isu liar.
“Jangan ada kesan melindungi oknum. Transparansi itu kewajiban institusi negara, bukan permintaan,” ujarnya.
Menurut rencana AMI akan berunjuk rasa di Kantor Wilayah Pemasyarakatan Jawa Timur, Rabu – Kamis 25 – 26 Februari 2026. Mereka menuntut,, pencopotan Menteri IMIPAS RI, Kepala Kanwil Ditjen Pas Jatim, Kalapas, KPLP, Kamtib Lapas Bojonegoro dan Pamekasan.
“Kami akan turun aksi jika tidak ada penjelasan yang jelas. Ini soal integritas lembaga negara,” pungkas Abdul Aziz.


















