Pendidikan

Imlek 2577 di NSA Pendidikan Budaya dalam Perayaan Sekolah

45
×

Imlek 2577 di NSA Pendidikan Budaya dalam Perayaan Sekolah

Sebarkan artikel ini
NSA
Siswa NSA saat demo cara membuat dan menyajikan Dumpling dan Ronde.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Nation Star Academy (NSA) Surabaya dimaknai sebagai bagian dari proses pendidikan kebudayaan yang hidup di lingkungan sekolah, Selasa, (3/2/2026). Imlek tidak diposisikan semata sebagai perayaan etnis, melainkan sebagai ruang belajar bersama tentang nilai, tradisi, dan keberagaman.

Sejak awal, NSA menempatkan Imlek sebagai medium pembelajaran lintas budaya. Melalui pendekatan edukatif, siswa diperkenalkan pada makna simbolik tradisi Tiongkok yang telah berkelindan dengan budaya Indonesia.

Menurut Ketua Panitia, Richard Kuncoro, dumpling atau jiaozi dan ronde dihadirkan bukan sekadar hidangan, tetapi sebagai narasi budaya.

Jiaozi melambangkan keberuntungan dan kelimpahan, sementara ronde merepresentasikan kehangatan keluarga dan kebersamaan.

Dalam tradisi Tiongkok, ronde disantap menjelang musim dingin dan kembali dikonsumsi 15 hari setelah Imlek, menandai siklus waktu dan kebersamaan keluarga.

Dari ruang kuliner, pembelajaran berlanjut ke panggung seni. Rangkaian pertunjukan siswa menjadi representasi pendidikan karakter yang dikemas melalui ekspresi budaya.

Wushu membuka acara dengan gerakan tegas dan terukur, mencerminkan nilai disiplin dan ketangguhan. Modern dance kemudian hadir sebagai ekspresi generasi muda, menjembatani tradisi dengan dinamika zaman.

Dimensi pendidikan estetika terasa kuat ketika musik tradisional dan modern berpadu. Kolaborasi guzheng, biola, dan yangqin, diperkaya dengan vokal siswa SMP dan SMA NSA, menghadirkan harmoni lintas budaya.

Penampilan ini dibawakan oleh Vanessa Jolin kelas 12, San San kelas 12, Reinhart kelas 7, Nikita kelas 7, dan Maegan kelas 8.

San San mengungkapkan, meski latihan dilakukan dalam waktu singkat, proses kolaborasi menjadi pengalaman belajar yang berharga.

NSA
Ketua Panitia, Richard Kuncoro, B.Ed (kanan), didampingi pengurus lainnya saat wawancara.

Pertunjukan barongsai menjadi penutup yang sarat nilai edukatif. Gerakan dinamis barongsai, diiringi tabuhan tambur, disambut antusias siswa dari jenjang preschool hingga SMA.

Aktivitas memasukkan angpao ke dalam mulut barongsai menjadi simbol pembelajaran tentang keberanian, kerja sama, dan penghormatan terhadap tradisi.

Di balik kemeriahan, siswa belajar bahwa budaya tidak hanya ditonton, tetapi dipahami dan dirawat bersama.

Melalui perayaan ini, Imlek diperkenalkan sebagai tradisi yang mengandung harapan baru, doa kebaikan, serta semangat kebersamaan.

Anak-anak dari beragam latar belakang budaya diajak untuk mengenali perbedaan sebagai kekayaan bersama, bukan sekat pemisah.

Proses ini menjadi bagian penting dari pendidikan multikultural yang ditanamkan sejak dini.

Sebagai sekolah SPK, Nation Star Academy menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik dan siap bersaing secara global, tetapi juga memiliki kesadaran budaya, toleransi, dan nilai kemanusiaan.

Pendidikan, dalam konteks ini, tidak berhenti di ruang kelas, tetapi tumbuh melalui pengalaman kultural yang nyata.

Kemeriahan Imlek 2577 di NSA semakin lengkap dengan partisipasi siswa dari jenjang TK hingga SMA serta bazar yang menghadirkan beragam kuliner khas Nusantara dan Tiongkok.

Di akhir, Richard menyebut, perayaan ini menjadi penanda bahwa pendidikan dan kebudayaan dapat berjalan beriringan, saling menguatkan dalam membentuk karakter generasi masa depan.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60