Terkini

Tim Medis UNAIR Bantu Pemulihan RSUD Aceh Tamiang

20
×

Tim Medis UNAIR Bantu Pemulihan RSUD Aceh Tamiang

Sebarkan artikel ini
Unair

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Upaya pemulihan layanan kesehatan di Aceh Tamiang memasuki fase penting. Tim gabungan Universitas Airlangga (UNAIR) bersama RSUD dr Soetomo, Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin), Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopedi (PABOI), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berhasil mengaktifkan layanan pembedahan di RSUD Aceh Tamiang setelah fasilitas itu lumpuh akibat banjir bandang.

Tim relawan tidak hanya membuka posko kesehatan di sejumlah titik terdampak, tetapi juga bergerak cepat memulihkan fungsi kamar operasi yang sebelumnya tidak dapat digunakan.

Proses ini dimulai dengan pembersihan ruang bedah, sterilisasi alat, hingga pengecekan kelayakan ruangan menggunakan alat UV, yang turut didukung oleh RSUD Cut Meutia Langsa.

“Tidak hanya pelayanan di posko kesehatan, tapi kami juga bergerak bersama melakukan inisiasi tindakan di kamar operasi di RSUD Aceh Tamiang,” ujar dr Airi Mutiar, perwakilan Perdatin sekaligus staf FK UNAIR dan RSUD dr Soetomo.

Setelah seluruh prosedur sterilisasi selesai, tim dokter dan tenaga kesehatan melaksanakan operasi pertama pada Kamis (11/12/2025).

Dua tindakan perawatan luka kotor dan terinfeksi dilakukan oleh dr Hardian Basuki, dan dr Arya dari PPDS Orthopedi FK UNAIR. Prosedur anestesi ditangani oleh dr Airi Mutiar bersama dr Zulfikar dan dr Yehezkial Edward menggunakan teknik anestesi spinal.

Kasus yang ditangani melibatkan dua pasien dengan luka infeksi berat pada tungkai yang diperparah oleh komplikasi diabetes melitus.

Selain itu, tim juga menangani satu pasien dengan nyeri kronis yang membutuhkan intervensi berupa penyuntikan anti-nyeri di ruang operasi.

“Hari ini juga ada satu kasus nyeri kronis yang diberikan intervensi suntikan anti-nyeri di kamar operasi,” terang dr Hardian Basuki, perwakilan PABOI yang juga bertugas di RSUD dr Soetomo dan FK UNAIR.

Pelaksanaan operasi ini menjadi penanda penting dimulainya kembali layanan medis esensial di Aceh Tamiang.

Akses masyarakat terhadap perawatan lanjutan terus meningkat seiring membaiknya fasilitas kesehatan pascabencana.

Kehadiran tim gabungan ini sekaligus memperluas jangkauan bantuan medis dan mempercepat pemulihan layanan rumah sakit setelah terdampak banjir besar.

Upaya kolaboratif tersebut menunjukkan bahwa pemulihan kesehatan di daerah bencana tidak hanya bergantung pada layanan darurat, tetapi juga pada kemampuan menghidupkan kembali fasilitas penanganan medis kritis agar masyarakat dapat memperoleh perawatan yang aman dan berkelanjutan.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60