Terkini

Olimpiade Matematika SD/MI Ricuh, Panitia Laporan Peserta Tak Sesuai Kapasitas

43
×

Olimpiade Matematika SD/MI Ricuh, Panitia Laporan Peserta Tak Sesuai Kapasitas

Sebarkan artikel ini
Olimpiade
Terlihat kericuhan orang tua peserta saat acara Olimpiade Matematika di Gedung Serbaguna Kota Bojonegoro. Foto:Suyati/Beritabangsa.id

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Pelaksanaan Olimpiade Matematika diselenggarakan oleh Saryta Managemen diikuti oleh peserta tingkat SD/MI se Kabupaten Bojonegoro, berbuntut ricuh. Diduga panitia menerima peserta tidak sesuai yang dilaporkan kepada pihak Polsek Kota, Minggu (7/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna jalan Kh. Mansyur Ledok Kulon ini terlihat dipadati ribuan peserta.

Kericuhan berawal, dari ketidak puasan dua orang peserta akibat hasil yang diperoleh anaknya, pada sesi pertama usai sebelum waktunya dan kepanikan muncul setelah orang tua peserta masuk ke lokasi mencari anaknya.

Salah satu orang tua peserta Novi mengatakan dirinya datang ke lokasi sudah terjadi kericuhan serta kepanikan orang tua yang mencari anaknya.

“Belum sempat antri, saya datang sudah ricuh bubar kesana kemari, piala, piagam/sertifikat sama medali sudah terhambur. Lha mulai ricuh itu, ada orang tua yg bingung mencari anaknya, karena sudah amburadul, gak tau sudah ketemu atau belum anaknya,” ungkapnya saat diwawancari di lokasi.

Disisi lain, Kapolsek Bojonegoro Kota AKP Agus Elfauzi saat di wawancarai awak media ini, mengatakan bahwa kericuhan mengakibatkan para panitia kewalahan. Kuat dugaan panitia melakukan pendaftaran melebihi kapasitas peserta.

“Dari kami Polsek kota sudah melakukan pengamanan akan tetapi yang dilaporkan panitia kepada Polsek hanya 2.000 peserta, ternyata di lapangan peserta lebih dari dari 2.000 peserta,” ucap Kapolsek.

Dia juga menambahkan saat ini ketua panitia sekaligus pemilik Seryta Managemen sedang di mintai keterangan.

Pasca dimintai keterangan oleh petugas Polsek Bojonegoro, Ita Puspitasari selaku Ketua panitia dari Saryta Management menyatakan bahwa ihwal terjadinya kisruh ditengarai saat penilaian dan pengumuman olimpiade level satu.

“Tiba-tiba ada dua orang tua peserta yang merasa tidak bisa menerima hasil penilaian merasa anaknya tidak dapat juara akhirnya ratusan orang tua merangsek masuk ke gedung. Saat sudah merangsek ke dalam gedung, akhirnya kondisi gaduh dan kisruh,” kata Ita.

Dari kejadian tersebut, Ita Puspitasari mengungkapkan untuk level kedua dan ketiga diberhentikan. Dan pihak SR Management akan segera melaksanakan koordinasi lebih lanjut dengan pihak lembaga atau sekolahan yang mengikuti olimpiade matematika.

“Untuk level 2 dan level 3 kami berhentikan, dan rencana akan kami lakukan pengembalian uangnya. Tapi kami masih akan koordinasi dengan pihak sekolahan yang mendaftar,” sebutnya.

Ita Puspitasari mengungkapkan sesuai data yang diterima dari lembaga yang bekerjasama dengan SR Management, peserta yang terdaftar sebanyak 2.000.

“Untuk awalnya peserta yang kami laporkan ke pihak kepolisian saat mengajukan perizinan, ada sebanyak 1.000, tetapi satu hari sebelum pelaksanaan ternyata peserta bertambah menjadi 2.000,” ungkapnya.

Terlihat dilokasi piagam serta mendali berhamburan akibat amukan orang tua peserta.

Perlu diketahui saat dikonfirmasi pihak Polsek kota kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro pihak SR Managemen tidak melakukan izin saat melakukan kegiatan Olimpiade tingkat SD/MI tersebut.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60