Terkini

Pasar Ngemplak Kumuh dan Jorok, Pedagang Mengeluh

35
×

Pasar Ngemplak Kumuh dan Jorok, Pedagang Mengeluh

Sebarkan artikel ini
Pasar Ngemplak
Kondisi Pasar Ngemplak Tulungagung penuh dengan genangan air sampah dan bau menyengat Dok: Andi/beritabangsa.id

BERITABANGSA.ID, TULUNGAGUNG – Kondisi Pasar Ngemplak, di pusat Kabupaten Tulungagung, jorok dan kumuh. Akibatnya, kualitas udara tercemar bau menyengat dan saluran air mampet. Para pedagang dan pembeli pun mengeluh.

Di sisi lain, UPTD Pasar dan Disperindag setempat dituding kurang perhatian dan terkesan abai.

Pantauan di lapangan, tampak saluran air tak berfungsi, air menggenang di sejumlah lapak, bahkan aroma tak sedap pun menyeruak.

Pasar terlihat kumuh dan jorok. Pun juga tidak ditemukan adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di tempat pembuangan sampah sementara, sementara tetesan air limbah ikan dan sayuran yang busuk berceceran di jalan dan bau menyengat.

Saat media ini menelusuri seluruh bagian pasar, tampak jalur pembuangan air tersumbat sampah plastik, sisa sayuran, endapan lumpur, dan material lain.

Lapak yang kosong bau pesing karena jadi tempat buang air kecil dan banyak tumpukan sampah di sekitarnya, air menggenang, jalan jadi becek dan berlumpur, Jumat (5/12/2025).

Zaenu Mansur, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar (KUPT), yang dikonfirmasi melalui chat WhatsApp, menegaskan pihaknya setiap hari bersama petugas kebersihan telah mnyelesaikan tugas pembersihan.

“Tugas kami di lapangan sangat dipengaruhi musim, kebetulan saat ini musim hujan, jadi sangat mempengaruhi penanganan akan kebersihan pasar, mohon dimaklumi kalau pengkondisian mungkin belum maksimal. Intinya kami akan terus berupaya untuk kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di pasar,” ujarnya.

Keterangan itu berbeda dengan fakta di lapangan. Kotoran, lumpur, bau menyengat bukan hitungan jam, namun sudah sudah berbulan-bulan. Belum lagi aroma tak sedap itu.

Jalan jalur ke kios Pasar Ngemplak Tulungagung yang penuh dengan genangan air, sampah dan bau menyengat.
Dok: Andi/beritabangsa.id

Begitu turun hujan, air meluap hingga terjadi genangan di area jalan dan depan lapak pasar. Para pedagang dan pembeli pun terganggu. Aroma menyengat. Kualitas udara menjadi buruk dan tak sehat.

Arip Kepala Pasar Ngemplak saat dikonfirmasi melalui WhatsApp tidak memberri respon dan tanggapan terkait hal itu.

Sejumlah pedagang mengaku masalah ini telah terjadi sejak lama. Tidak ada perhatian dari kepala pasar dan dinas terkait. Mereka menyesalkan karena rakyat sudah membayar retribusi.

“Kita pedagang hanya manut Mas, bayar uang kebersihan. Kita yang penting jualan. Kami sangat merasakan dampak dari bau busuk, dan genangan air. Tapi sampai sekarang, kepala pasar Ngemplak belum turun. Ka kecewa sulit jalan karena banyaknya genangan air,” tegasnya.

Tidak hanya mengganggu aktivitas pasar, kondisi ini dikhawatirkan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan. Genangan air akan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dan bakteri.

Sementara tumpukan sampah menjadi media lalat berkembang biak. Pengunjung yang datang pun merasa tidak nyaman dan sebagian mengurangi frekuensi belanja mereka karena kondisi lingkungan yang kurang bersih.

Warga dan pedagang menilai bahwa perbaikan sistem pembuangan air serta peningkatan pengelolaan sampah menjadi langkah yang sangat mendesak.

Terkait pengelolaan pasar tradisional sudah pernah dibahas dalam sidang paripurna DPRD Tulungagung Propemperda, Ranperda APBD dan Pansus 2026 hari Selasa 18 November 2025 lalu.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60