BERITABANGSA.ID – BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar meninjau langsung lokasi pembangunan guna memastikan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025 tepat sasaran.
Hal ini dilakukan setelah adanya kunjungan monitoring dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Senin (10/11/2025).
Dalam kunjungan tersebut, tim Pemprov Jatim meninjau tiga kegiatan utama di Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Blitar.
Anggaran dari tiga lokasi pembangunan tersebut berasal dana DBHCHT dengan nilai total Rp650 juta. Di mana kegiatan itu meliputi pembangunan jaringan irigasi tersier senilai Rp150 juta, pembangunan gudang tembakau Rp375 juta, serta fasilitas pengeringan senilai Rp135 juta.
Koordinator Sumber Daya Alam Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur , Nurhayati, mengatakan seluruh pekerjaan di Desa Mandesan berjalan sesuai ketentuan.
“Dari hasil kunjungan, kegiatan di Mandesan berjalan baik dan tidak ditemukan kendala berarti. Pendampingan dari Pemkab Blitar membuat pelaksanaan di lapangan lebih terarah,” katanya.
Selain itu, Nurhayati menambahkan bahwa monitoring rutin memberikan gambaran menyeluruh terkait kemajuan kegiatan.
“Kegiatan monitoring ini menjadi momentum penting bahwasanya kerja sama antara Pemkab Blitar, Pemprov Jawa Timur, dan kelompok tani membuat pelaksanaan DBHCHT semakin terarah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Setiyono juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait proyek di Selopuro. Ia mengatakan bahwa wilayah tersebut menjadi prioritas untuk mendukung peningkatan produksi tembakau.
“Jaringan irigasi sudah selesai, sementara gudang dan dome pengering ditargetkan rampung pada Desember 2025,” ujarnya.
Tak hanya itu, Setiyono juga menambahkan bahwa DKPP memastikan seluruh kegiatan swakelola mendapat pendampingan administrasi agar laporan pertanggungjawaban berjalan tertib.
“Dengan dukungan anggaran dan pendampingan dari pemerintah daerah serta provinsi, program DBHCHT di Selopuro bisa membantu petani meningkatkan hasil panen dan lebih siap menghadapi dinamika produksi tembakau,” pungkasnya.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















