BERITABANGSA.ID, BLITAR – Bidang Latihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Latprotrans). Pemerintah Kabupaten Blitar sukses melaksanakan kegiatan “Sang Kapten” (Sertifikasi Angkatan Kerja Kompeten).
Tidak tanggung-tanggung, untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten itu, Pemkab Blitar menyerap anggaran sebesar Rp850 juta dari total estimasi Rp950 juta.
Tujuan program ini untuj meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) kompeten, produktif, dan berdaya saing di dunia kerja.
Latip Usman, Kepala Bidang Latprotrans Kabupaten Blitar, menjelaskan kegiatan Sang Kapten tersebut dikemas dalam pola 3 in 1 yang mengintegrasikan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan magang kerja.
“Program ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Blitar untuk menghadapi tuntutan kualitas tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).
Program Sang Kapten tersebut dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahapan utama: Pelatihan vokasi oleh instruktur dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)), sertifikasi kompetensi oleh asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) terlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).dan program magang di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang relevan dengan bidang pelatihan.
Lebih lanjut, Latip Usman menjelaskan bahwa pelatihan Sang Kapten mengusung lima aspek spesifik sebagai dasar pelaksanaannya, yaitu, berorientasi pada kebutuhan dunia usaha, industri, dan kewirausahaan, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan, industri, dan masyarakat. Berbasis kompetensi dan tersertifikasi BNSP, pendampingan atau inkubasi pasca pelatihan dan diselenggarakan secara inklusif.
Selama kegiatan berlangsung, sebanyak 143 peserta mengikuti tujuh skema pelatihan vokasi, meliputi:
Barista Kopi: 20 peserta
Digital Marketing: 25 peserta
Makeup Artist: 20 peserta
Teknisi Peralatan Listrik Rumah Tangga: 18 peserta
Barber: 20 peserta
Juru Masakan Komersial: 20 peserta
Hair Styling Cutting: 20 peserta
“Seluruh peserta telah menyelesaikan tahap pelatihan vokasi, sertifikasi, dan magang. Ini adalah langkah konkret kami untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing sumber daya manusia di Kabupaten Blitar,” beber Latip.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, Pemkab Blitar juga akan melaksanakan monitoring dan penelusuran alumni pelatihan pada November hingga Desember 2025.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan feedback yang berharga untuk pengembangan program di masa mendatang,” akunya.
Sebagai penutup, Latip Usman mengatakan dengan serapan anggaran yang signifikan dan hasil pelatihan yang nyata, program Sang Kapten diharapkan mampu memberi dampak positif bagi peningkatan kualitas tenaga kerja di daerah.
“Dengan peluncuran program ini, Pemkab Blitar berharap dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih siap dan berkualitas untuk menghadapi tantangan dunia kerja,” pungkasnya.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















