BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Pihak pejabat pembuat komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa 1 Balai Besar Willayah Sungai (BBWS) Brantas membantah proyek paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi di Delta Brantas tahun anggaran 2025 dari APBN yang dikerjakan PT Titis senilai Rp 35.256.380.000 menyalahi spek.
PPK Irigasi dan Rawa 1 BBWS Brantas, Indriani, mengirimkan klarifikasi dan hak jawabnya kepada beritabangsa.id, nomor surat Pw0301-Bbws 10.08.1/479 Oktober 28 -2025 .
Menurut Indriani, PPK Irigasi dan Rawa 1 BBWS Brantas, proyek tersebut telah diperiksa sesuai spek. Dengan melampirkan data dan bukti foto di lokasi pekerjaan, pihaknya dan tiim sudah melakukan koreksi pada pekerjaan tersebut sesuai spek.
Menurutnya, pengecoran lantai kerja harus memakai lapisan plastik cor tapi di lokasi tidak semua memakai, terutama daerah Tulangan dan Krembung hanya Desa Balongbendo yang memakai lapisan plastik cor.
“Lapisan Plastik cor hanya dipergunakan untuk pekerjaan lantai Sedangkan Pekerjaan di daerah Tulangan dan Krembung tidak ada pekerjaan lantai”
Terkait pengecoran dinding revetment lokasinya di Kecamatan Tulangan terlihat sebagian tidak memakai bekisting, menurutnya penggunaan bekisting hanya dipergunakan untuk pekerjaan pondasi sloof untuk cetakan sementara.
“Terkait ketebalan dinding cor telah sesuai aturan, 8 cm sesuai dengan shop drawing,” ujarnya.
“Sampai saat ini paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi di Delta Brantas kita awasi secara ketat,” tambahnya.
Menurutnya, tujuan pengawasan tak lain untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem irigasi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani sesuai program Presiden Prabowo.
Sebelumnya, paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi di Delta Brantas tahun anggaran 2025 sumber dana APBN yang dikerjakan PT Titis senilai Rp 35.256.380.000 diduga dikerjakan tidak sesuai spek.
Media ini mendapat data hasil investigasi dan keterangan warga antara lain pekerjaan dikerjakan tidak sesuai spek.
Pengecoran lantai kerja harus memakai lapisan plastik cor tapi di lokasi tidak semua memakai, terutama daerah Tulangan dan Krembung hanya Desa Balongbendo yang memakai lapisan plastik cor.
Pengecoran dinding revetment lokasinya di Kecamatan Tulangan terlihat sebagian tidak memakai bekisting. Terakhir soal ketebalan dinding cor hanya 5 cm padahal aturannya 8 cm setelah dipasang besi wiremesh.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















