Kesehatan

Alumni FKM Unej Beber Dampak Negatif Kosmetik Ilegal Terhadap Kesehatan

34
×

Alumni FKM Unej Beber Dampak Negatif Kosmetik Ilegal Terhadap Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Husnul Hotimah menerangkan berbagai efek negatif dari pemakaian kosmetik ilegal. (Foto: Guntur Rahmatullah/ Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID, JEMBER – Alumni Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (FKM Unej), Husnul Hotimah membeberkan berbagai dampak negatif dari pemakaian kosmetik ilegal terhadap kesehatan.

Dia mengawali penjelasannya dengan mengajak masyarakat agar memastikan kosmetik yang digunakannya telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Hal itu penting, karena izin dari BPOM ini merupakan garansi dari pemerintah bahwa kosmetik tersebut aman bagi kesehatan.

“Kosmetik itu yang harus dicek pertama adalah pastikan memiliki izin edar BPOM. Nah kalau sudah kemasannya polosan, menurut saya sudah tidak aman untuk dipakai. Karena merknya gak jelas, komposisinya gak jelas, merknya gak ada, yang bertanggung jawab gak ada seperti CV / PT apa, itu semua teregistrasi jelas di BPOM. Makanya kenapa BPOM sedetil itu, supaya masyarakat memiliki rasa aman memakai kosmetik yang ada di pasaran,” jelas Husnul kepada beritabangsa.id, Senin 20 Oktober 2025.

Kemudian Husnul menyebut berbagai tindakan yang melanggar hukum yang berlaku, yang dilakukan para pebisnis kosmetik ilegal.

“Kosmetik sekarang itu bukan hanya yang murah aja yang abal-abal, mahal juga ada yang abal-abal. Ada juga 2 kemungkinan, yang (kemasan) polosan, ada juga sudah ada notifikasi BPOM namun isinya dioplos dengan bahan berbahaya,” lanjut Husnul yang telah membahas soal kosmetik dalam skripsi gelar sarjananya.

Husnul menyebut dirinya sebagai penyintas kosmetik ilegal, karena ia pernah mengalami dampak negatif dari pemakaian kosmetik ilegal jangka panjang.

Mengenai kosmetik dengan kemasan polosan, Husnul menyebut efek negatifnya dalam jangka pendek itu dapat merusak kulit, seperti menipisnya kulit.

“Kalau efek jangka pendeknya itu kulitnya bisa tipis hingga kelihatan warna uratnya, karena itu dampak dari adanya zat hidroquinon, kalau teksturnya lembut itu bisa mengandung steroid yang termasuk obat keras, nah kalau yang teksturnya molor itu biasanya mengandung merkuri. Selain kulit tipis, efek jangka pendeknya itu iritasi berupa kemerahan pada kulit, tapi kadang penjualnya itu bilang di livestreaming mereka, mereka bilang terusin aja itu prosesnya,” kata Husnul.

Husnul aktif mengabdikan diri sebagai pemengaruh di Tiktok dengan akun @musuhcreamabalabal agar masyarakat terhindar dari bahaya kosmetik ilegal. Dari aktivitasnya sebagai pemengaruh daring itu, Husnul mengaku sering menerima sejumlah curhatan dari masyarakat umum yang menjadi korban pemakaian kosmetik ilegal.

“Ada wanita TKW Taiwan itu curhat setelah pemakaian 2 tahun itu, dia pakai krim dengan kemasan polosan itu dicampur lotion, wanita itu mengaku kulitnya membusuk tapi dari dalam, jadi kulitnya itu ada kayak ruam bulet-bulet gitu kayak darah yang menggumpal banyak di sekujur kaki, kemudian video saya itu viral, dan ada komentar dari dokter Abelina yang mengatakan itu resiko bisa sampai ke pembusukan jaringan, pembusukan kaki dan bisa sampai diamputasi,” jelasnya.

Dokter Abelina juga aktif sebagai pemengaruh di Tiktok dengan akun @doctor.incognito_99, yang juga membahas soal kosmetik.

Husnul melanjutkan, efek jangka panjang dari pemakaian kosmetik ilegal itu dapat membuat wanita mandul.

“Saya dulu itu pengguna krim abal-abal yang sampai 9 tahun, waktu itu saya memang bener-bener nggak tahu itu krim kosmetik ilegal, nah krim itu bisa mempengaruhi kepada kita sebagai wanita, mempengaruhi reproduksi wanita, bisa bikin susah hamil. Saya waktu itu divonis endometriosis, saya periksa ke dokter dan dokternya bilang, kamu tuh bisa susah hamil bahkan bisa bikin mandul alias gak bisa sama sekali punya anak, ya itu salah satu efek dari pemakaian skincare atau bodycare dalam jangka panjang,” bebernya.

Husnul bersyukur dapat melewati ujian itu dan saat ini telah memiliki anak.

Husnul mengingatkan dampak negatif yang dirasakan dari kosmetik ilegal itu memang berbeda setiap individu, namun pemakaian jangka panjangnya itu sangat berbahaya bagi kesehatan.

>>> Berita ini merupakan bagian dari paket laporan investigasi terkait Peredaran Kosmetik Ilegal di Kabupaten Jember, Anda dapat membaca seluruh berita dengan KLIK DI SINI

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60