BERITABANGSA.ID, TULUNGAGUNG – Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, menggelar peningkatan kompetensi bagi kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di ruang pertemuan Puskesmas, tanggal 17 September dan 18 Oktober 2025.
Kegiatan ini mendatangkan narasumber dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Agung dan Hanik Mudayati serta diikuti 64 kader dari berbagai desa binaan yang menjadi bagian penting dalam upaya pelayanan kesehatan dasar di masyarakat.
Pelatihan 25 kompetensi dasar kader Posyandu. bertujuan meningkatkan kapasitas kader agar dapat melayani seluruh siklus kehidupan, mulai dari keterampilan pengelolaan Posyandu, pemantauan dan edukasi untuk ibu hamil, balita, remaja, dewasa, hingga lansia. Pelatihan ini mencakup aspek teori dan praktik, termasuk pencatatan, pelaporan, dan komunikasi efektif untuk mendukung program kesehatan nasional.
Tiga pilar utama pelatihan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan Posyandu menjelaskan paket layanan, melakukan pendaftaran, pencatatan, pelaporan, dan kunjungan ke rumah Bayi dan Balita. Pemantauan status gizi, deteksi dini gangguan tumbuh kembang, penyuluhan air susu ibu eksklusif dan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI). Ibu Hamil dan Menyusui: Edukasi mengenai Buku Kartu Identitas Anak (KIA), pemantauan gizi, dan pemberian tablet tambah darah. Usia Sekolah dan Remaja: Penyuluhan “Isi Piringku” dan aktivitas fisik serta Dewasa dan Lansia: Penyuluhan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) meliputi aktivitas fisik, cek kesehatan, isi piringku, deteksi dini penyakit tidak menular, dan penyuluhan Keluarga Berencana (KB)
Agus selaku narasumber dari Dinkes mengatakan pelatihan 25 dasar ketrampilan kader Posyandu diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan praktis, dan kapasitas kader dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan komprehensif.
“Pelatihan ini bertujuan agar kader dapat menjadi ujung tombak kesehatan di masyarakat, mengelola Posyandu secara efektif, memberikan edukasi, serta mendukung program kesehatan nasional seperti pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan di semua siklus kehidupan,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Pucanglaban Ririen Sandra, mengharapkan kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas kader dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, khususnya pada kegiatan Posyandu balita, ibu hamil, dan lansia.
Para kader diberikan pelatihan mengenai tata cara penimbangan dan pencatatan balita, pemeriksaan tumbuh kembang anak, serta penyuluhan gizi dan kesehatan lingkungan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap kader Posyandu dapat lebih profesional dan memahami pentingnya pelayanan yang ramah serta tepat sasaran. Kader merupakan ujung tombak keberhasilan program kesehatan di tingkat desa,” ujarnya
Salah satu kader peserta pelatihan, menyatakan kini dia lebih mampu melakukan pengelolaan Posyandu secara menyeluruh, mulai dari pencatatan dan pelaporan hingga komunikasi efektif, pelatihan ini memberikan tambahan wawasan dan motivasi untuk terus aktif dalam melayani masyarakat di Posyandu.
“Dalam hal ini saya jadi lebih terampil dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar untuk semua tahapan siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil dan balita, hingga usia sekolah, remaja, dewasa, dan lansia, dengan fokus pada kesehatan dan gizi,” akunya.
Selain materi teori, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung di lapangan agar para kader mampu menerapkan pengetahuan yang didapat. Dengan adanya peningkatan kompetensi ini,
Puskesmas berharap pelayanan kesehatan melalui Posyandu semakin optimal, sehingga derajat kesehatan masyarakat dapat terus meningkat dan program pemerintah seperti pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif.


















