Terkini

Spirit Santri Menggema di Hajatan Nusantara PCNU Surabaya

47
×

Spirit Santri Menggema di Hajatan Nusantara PCNU Surabaya

Sebarkan artikel ini

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Semangat kebangsaan dan cinta tanah air kembali menggema di Kota Pahlawan. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya menggelar kegiatan besar bertajuk hajatan nusantara.

Agenda yang berlangsung pada 17–19 Oktober 2025 di Balai Pemuda Surabaya ini menjadi ruang refleksi dan kebangkitan bagi para santri serta warga Nahdliyin untuk meneguhkan kembali peran pesantren dalam perjalanan bangsa.

Acara dibuka dengan opening ceremony yang disertai pengukuhan sejumlah lembaga di bawah PCNU Surabaya, antara lain LP Ma’arif, LDNU, LBM, LWAKAF, dan LTM.

Pembukaan juga diramaikan dengan Lomba Dai Aswaja serta Bazaar UMKM yang menampilkan produk unggulan warga NU dan pelaku usaha lokal.

Ketua PCNU Kota Surabaya, KH Masduki Toha, menyebut Hajatan Nusantara sebagai momentum spiritual sekaligus kebangsaan.

Bagi KH Masduki, hari santri bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan kesempatan untuk memperkuat komitmen keislaman dan keindonesiaan.

“Menjelang hari santri ini, kami merasa sedih dengan musibah yang menimpa pesantren dan kiai kita. Tanpa angin, tanpa hujan, tanpa apa-apa, guru-guru kita dilecehkan luar biasa. Santri, pesantren, dan kiai hari ini menjadi perbincangan yang luar biasa. Kami menangis,” ungkapnya dengan nada haru.

Ia menyinggung sejumlah peristiwa yang akhir-akhir ini menimpa dunia pesantren, termasuk insiden di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.

Menurutnya, cobaan tersebut harus menjadi pemantik untuk memperkuat solidaritas dan kesadaran spiritual.

“Kami mohon doa dari para alim, para kiai, para masyaikh, para sepuh, agar cobaan dan ujian yang bertubi-tubi ini dapat kita hadapi dengan sabar dan tetap dalam ridha Allah SWT. Karena Nahdlatul Ulama tidak bisa dipisahkan dari pesantren, dari kiai, dan dari santri,” ujarnya.

Dalam pandangan KH Masduki, menjaga kesolidan warga Nahdlatul Ulama adalah kunci untuk mempertahankan nilai-nilai luhur perjuangan para kiai dan santri.

Ia menegaskan, sejarah Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran pesantren yang menjadi benteng moral, spiritual, dan intelektual bangsa.

“Ke depan, kesolidan warga Nahdlatul Ulama harus terus dijaga. Bagaimana peran kita dalam mendukung kiai, menghidupkan pesantren, dan menggaungkan kembali sejarah perjuangan pesantren zaman dahulu. Republik ini tanpa kiai, tanpa pesantren, tanpa santri, tidak akan wujud seperti ini,” tegasnya.

KH Masduki juga mengajak seluruh pihak menjadikan setiap ujian sebagai sarana introspeksi dan pembenahan diri.

“Harapan kami, apapun musibah dan ujian yang diberikan ini menjadi bagian dari introspeksi dan muhasabah diri, agar ke depannya semuanya bisa menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Rangkaian Hajatan Nusantara berlanjut pada 18 Oktober 2025 dengan agenda senam sehat, talkshow literasi, festival patrol, dan festival Banjari, serta pengukuhan lembaga seperti LKNU, LTN, LAKPESDAM, LESBUMI, RMI, dan FALAKIYAH.

Sementara pada 19 Oktober 2025, acara ditutup dengan lomba Nadhom,closing ceremony, dan pengukuhan lembaga lain seperti LKK, LPBH, LPNU, LAZISNU, dan LPBI, disertai pengumuman pemenang lomba.

Sebagai puncak peringatan Hari Santri Nasional 2025, PCNU Surabaya akan menggelar Istighosah kubro dan doa bersama pada 21 Oktober 2025 di Gedung Hoofdbestuur PCNU Kota Surabaya.

Melalui Hajatan Nusantara, PCNU Surabaya ingin meneguhkan kembali peran santri, kiai, dan pesantren sebagai kekuatan moral bangsa.

Di tengah derasnya arus zaman, nilai-nilai yang diwariskan para kiai diharapkan tetap menjadi mercusuar peradaban, memandu Indonesia menuju arah yang berkeadilan, berkeadaban, dan berjiwa rahmatan lil alamin.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60