Pendidikan

UNAIR Petakan Preferensi Calon Perawat Lewat Riset Kolaborasi Nasional

9
×

UNAIR Petakan Preferensi Calon Perawat Lewat Riset Kolaborasi Nasional

Sebarkan artikel ini
Perawat

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Profesi perawat memegang peranan strategis dalam sistem pelayanan kesehatan. Di ranah pendidikan tinggi, program studi keperawatan masih menjadi salah satu jurusan paling diminati calon mahasiswa.

Namun demikian, informasi komprehensif terkait bekal menjadi perawat, tanggung jawab profesi, hingga peluang karier yang lebih luas, dinilai masih terbatas.

Melihat kondisi tersebut, akademisi Universitas Airlangga (Unair) Profesor Doktor Ferry Efendi bersama tim dari Riset Kolaborasi Indonesia melakukan penelitian untuk memetakan preferensi siswa yang memilih keperawatan sebagai jalur pendidikan dan karier masa depan.

Dalam penelitian ini, UNAIR berkolaborasi dengan Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Tanjungpura.

“Fokus kami adalah menyiapkan calon tenaga keperawatan. Di negara maju, jumlah calon perawat justru menurun dan ini menjadi persoalan serius. Sebaliknya, di Indonesia, perawat masih menjadi program studi favorit dan jumlahnya relatif surplus,” ujar Guru Besar Fakultas Keperawatan UNAIR ini, Sabtu (4/10/2025).

Ferry menilai, siswa tingkat SMA umumnya belum memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai profesi perawat.

Dalam konteks ini, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan informasi yang akurat bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang keperawatan.

Ia berharap hasil riset tersebut dapat melahirkan rekomendasi kebijakan (policy impact) yang membantu mempersiapkan generasi calon tenaga keperawatan dengan lebih baik.

“Kami juga menyoroti citra profesi perawat yang masih beragam di masyarakat. Melalui riset ini, kami ingin memberi kontribusi pada pembentukan persepsi publik dan juga memengaruhi kebijakan di tingkat nasional maupun global. Apalagi, banyak hasil studi kami telah menjadi rujukan lembaga internasional seperti WHO, World Bank, dan institusi global lainnya,” jelasnya.

Lebih jauh, Ferry menegaskan riset ini memiliki relevansi langsung dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian tersebut mendukung pencapaian beberapa poin penting, di antaranya SDG 1 tentang pengentasan kemiskinan (No Poverty), SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan (Good Health and Well-being), SDG 5 tentang kesetaraan gender (Gender Equality), serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan (Partnership for the Goals).

“Profesi perawat memiliki kontribusi ekonomi signifikan, baik bagi individu, keluarga, maupun bangsa. Selain itu, sektor keperawatan juga tidak bisa bekerja secara terpisah. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci,” ujarnya.

Luaran dari riset ini akan diwujudkan dalam bentuk publikasi ilmiah serta advokasi kepada para pemangku kebijakan.

Para peneliti berharap hasil kajian tersebut dapat menjadi rujukan bagi pemerintah dan lembaga terkait dalam memperkuat kebijakan pengembangan tenaga keperawatan di Indonesia.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60