BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) adalah program nasional yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Agustus dan November oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang, melalui Puskesmas.
Program ini memberi imunisasi lanjutan kepada anak usia sekolah untuk mencegah penyakit berbahaya seperti campak, rubela, difteri, tetanus, dan kanker serviks (kanker leher rahim). Imunisasi ini gratis dan bertujuan untuk melengkapi kekebalan anak terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, dokter Rosyidah mengatakan tujuan BIAS adalah memberikan kekebalan lanjutan. Jadi, kata Rosyidah, kekebalan anak dari imunisasi saat bayi bisa menurun, sehingga BIAS memberikan dosis penguat untuk menjaga perlindungan terhadap penyakit berbahaya.
“BIAS ini juga mempunyai tujuan mencegah penyakit menular. Program ini melindungi anak dari penyakit seperti campak, rubela, difteri, tetanus, dan kanker serviks, yang bisa menyebabkan komplikasi serius atau bahkan kematian,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).
Selain itu, menurut Rosyidah, BIAS ini juga untuk mengejar imunisasi yang terlewat, dan ini menjadi kesempatan bagi anak untuk melengkapi vaksinasi yang mungkin terlewat saat masa bayi atau balita lalu.
Adapun sasaran pada anak usia sekolah dasar (SD/MI/sederajat), dan jenis imunisasi yang diberikan diantaranya imunisasi meliputi DPT, MR (campak dan rubela), dan HPV (khusus untuk anak perempuan).
“Anak usia sekolah menengah pertama (SMP/MTs/sederajat), terutama diberikan untuk imunisasi HPV (khusus putri) untuk mencegah kanker leher rahim di masa depan,” jelas Rosyidah.
Pelaksanaan kegiatan ini, kata Rosyidah, oleh Dinkes P2KB bersama Puskesmas di setiap kecamatan. Dan jadwal rutin BIAS dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk Lumajang, pada bulan Agustus dan November setiap tahun.
“Kami melibatkan komponen lintas sektor, sebab program ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk memastikan kelancaran pelaksanaannya di sekolah-sekolah,” paparnya lagi.


















