BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) bersiap merombak struktur organisasi pada tingkat pimpinan. Padahal, periode sisa masa jabatan ketua yang diduduki oleh Parno Suwanto belum berakhir, 2022-2027.
Sejumlah alasan muncul sebagai latar belakang perombakan organisasi untuk tingkat pemimpin. Mulai dari roda organisasi yang kurang berjalan hingga soal kebuntuan komunikasi di internal organisasi.
Akibat hal itu, PPDI Kabupaten Bojonegoro lalu mengadakan Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) dipusatkan di aula Baresta Cafe, Desa Bangilan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (28/9/2025). Dalam muskerda ini, terpilih kandidat terkuat, secara aklamasi yaitu Kepala Dusun (Kasun) Jawik, Desa Tambakrejo, Rahmad Basuki.
Dari Muskerda, para pengurus kecamatan (Pengcam) mengusulkan rapat pimpinan daerah atau Rapimda, untuk selanjutnya disepakati muskerda pada saat itu juga.
Koordinator PPDI Kecamatan Baureno, Sukisno, ditemui media ini mengungkapkan, Muskerda PPDI kali ini didasari oleh keinginan bersama para pengurus dan anggota dari setiap kecamatan. Guna menyikapi kondisi kepemimpinan organisasi.
“Secara bersama, kami melihat PPDI Bojonegoro kondisinya tidak baik-baik saja, artinya kami melihat secara organisasi, bukan secara pribadi, kalau pribadi tidak ada yang sempurna, nah organisasi ini perlu kita selamatkan, karena proses berjalannya organisasi ini tidak berjalan secara baik,” katanya.
Sukisno menjabarkan lebih lanjut alasan perlunya perombakan organisasi di tingkat pimpinan. Yakni para anggota dan pengurus PPDI menganggap bahwa proses koordinasi dan komunikasi baik di lintas pimpinan daerah dan pimpinan kecamatan kurang maksimal. Bahkan hal itu jarang dilakukan.
“Padahal setiap permasalahan dalam organisasi sebetulnya tidak ada yang sulit selama terjadi sebuah komunikasi dan koordinasi yang baik, maka atas dasar itulah perlu ada proses penyegaran di tingkat pimpinan, sehingga bisa menjadikan PPDI Bojonegoro lebih lebih baik,” bebernya.
“Maka konsepnya siapapun pimpinan nanti yang terpilih itu bisa membangun komunikasi baik lintas pimpinan yang ada di kabupaten, bisa membangun komunikasi baik dengan seluruh kordinator kabupaten dan bisa membangun komunikasi baik dengan pemerintah kabupaten,” inbuh Sukisno.
Disinggung perihal arah dukungan di tingkat koordinator kecamatan yang mayoritas menuju ke Kesun Jawik, Rahmad Basuki. Sukisno memaparkan sejumlah pertimbangan. Diantaranya ialah kriteria mengenai figur yang akan diberikan amanah. Figur ini harus mampu merangkul dari semua perbedaan yang ada.
“Insyaallah Pak Rahmad memenuhi semua persyaratan itu, karena pada prsinsipnya kita tidak mungkin menyamakan sebuah perbedaan, tetapi menyatukan sebuah perbedaan itu sangat mungkin untuk dilakukan apabila pemimpin itu bisa mendengar, bisa merangkul dan mengakomodasi dari semua perbedaan yang ada,” tegasnya.
Sementara itu, Rahmad Basuki, sosok yang disebut kuat sebagai kandidat Ketua PPDI Bojonegoro menjelaskan, perihal visi misi yang hendak diusung. Pertama ia mengaku belajar dari kepengurusan terdahulu yang mengalami kebuntuan dalam komunikasi. Maka langkah awal visinya ialah menjalin komunikasi baik, untuk tingkat kepengurusan kabupaten maupun tingkat pengurus kecamatan.
“Saya pikir dengan komunikasi itu permasalahan bisa diketahui untuk kemudian tercapai jalan keluarnya karena bisa terurai dengan biak,” ungkapnya.


















