Pendidikan

Unusa Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Program RPL Afirmasi

15
×

Unusa Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Program RPL Afirmasi

Sebarkan artikel ini
Unusa

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berperan aktif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya guru.

Pada 2025 ini, Unusa resmi menerima 210 guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) melalui Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Program nasional ini menargetkan 12.500 guru di seluruh Indonesia yang belum bergelar sarjana. Dari jumlah itu, Unusa dipercaya menjadi salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara, bersama 91 perguruan tinggi lain.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, menegaskan bahwa amanah ini merupakan pengakuan atas kapasitas Unusa.

“Unusa dipandang sejajar dengan LPTK negeri. Kami bangga dipercaya untuk mendidik para guru agar kompetensinya meningkat. Dengan gelar sarjana, mereka diharapkan lebih siap memberikan pembelajaran yang berkualitas di kelas,” katanya.

Sebanyak 142 guru akan menempuh pendidikan di Program Studi PGPAUD dan 68 guru di Program Studi PGSD.

Mereka berasal dari Surabaya, Bangkalan, Pasuruan, Kediri, Jombang, hingga Kalimantan Timur.

Seluruhnya mengikuti kuliah dengan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Afirmasi, sehingga tetap bisa mengajar di sekolah masing-masing.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan prioritas pemerintah.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Dengan program ini, kita menyiapkan generasi muda Indonesia yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal GTKPG, Nunuk Suryani, menyoroti masih tingginya jumlah guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik.

“Berdasarkan data, ada lebih dari 233 ribu guru yang belum bergelar S-1/D-IV. Melalui program ini, pemerintah memberi dukungan nyata, termasuk bantuan biaya pendidikan hingga Rp3 juta per semester. Kami ingin memastikan tidak ada guru yang tertinggal,” tegasnya.

Program ini tidak sekadar memberi kesempatan guru untuk melanjutkan pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara nasional.

Dengan guru yang lebih berpendidikan dan berkompeten, diharapkan kualitas kelas meningkat, siswa lebih terlayani, dan cita-cita pendidikan nasional tercapai.

Prof. Jazidie menambahkan, keberhasilan program ini akan memberi dampak berlapis. “Guru yang lebih baik kualitasnya akan menghasilkan murid yang lebih baik pula. Dari sinilah Unusa ingin memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” tandasnya.

Ia menambahkan, dengan keterlibatan Unusa, Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik tidak hanya menjadi agenda nasional, tetapi juga cermin kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan guru.

Sinergi inilah yang diharapkan menjadi kunci dalam mempercepat tercapainya pendidikan Indonesia yang unggul dan berdaya saing.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60