BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung robotika dunia. Setelah tim robot beroda IRIS mencatatkan prestasi internasional, giliran tim robot humanoid Ichiro ITS yang sukses meraih penghargaan 3rd Place Best Custom Humanoid Robot pada ajang RoboCup 2026 di Songdo Convensia, Incheon, Korea Selatan.
Kompetisi robotika dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tersebut menjadi salah satu ajang paling bergengsi di dunia.
Tahun ini, RoboCup diikuti lebih dari 3.000 peserta dari 45 negara yang menampilkan inovasi robot otonom terbaik dari berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, hingga industri teknologi.
Tim Ichiro ITS tampil pada divisi Small League kategori Humanoid Soccer League (HSL). Dalam kategori ini, kemampuan robot diuji secara menyeluruh.
Robot dituntut mampu mengenali bola, membaca kondisi lapangan, menentukan posisi, hingga mengambil keputusan secara mandiri tanpa intervensi manusia selama pertandingan berlangsung.
Ketua Tim Ichiro ITS, Oktab Bahar Rahmadani, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses riset yang dilakukan secara menyeluruh, mulai aspek mekanikal, elektrikal, hingga pengembangan perangkat lunak berbasis AI.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang dikembangkan mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan robot buatan perusahaan teknologi kelas dunia.
“Robot rakitan kami terbukti mampu bersaing dengan teknologi luar yang dikembangkan pabrikan besar,” ujar mahasiswa Departemen Teknik Elektro ITS tersebut.
Ia mengungkapkan, tim membawa sejumlah pembaruan teknologi pada RoboCup 2026. Salah satunya adalah penerapan slider mechanism yang meningkatkan fleksibilitas gerak robot saat bermanuver di lapangan.
Selain itu, robot juga dibekali fitur smart hotswap yang memungkinkan pergantian daya berlangsung lebih cepat tanpa mengganggu performa pertandingan.
Tak hanya itu, sistem localization juga disempurnakan sehingga robot mampu memetakan posisi dirinya, bola, maupun pemain lain dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.
Seluruh inovasi tersebut dipadukan dengan algoritma AI yang dirancang untuk menghasilkan pengambilan keputusan secara cepat dan presisi dalam situasi pertandingan yang dinamis.
Di balik keberhasilan tersebut, Tim Ichiro ITS mendapat pendampingan dari dosen pembina Muhtadin ST MT dan Moh Ismarintan Zazuli STrT MT.
Kolaborasi antara mahasiswa dan dosen menjadi fondasi penting dalam menghasilkan robot humanoid yang mampu tampil kompetitif di tingkat internasional.
Oktab mengakui persaingan pada RoboCup 2026 berlangsung sangat ketat. Banyak tim peserta memperoleh dukungan riset bernilai besar dari perusahaan teknologi global.
Meski demikian, keterbatasan sumber daya tidak menyurutkan semangat Tim Ichiro ITS untuk tampil kompetitif.
Sebaliknya, tim memilih mengoptimalkan strategi permainan dengan menganalisis karakteristik lawan serta memanfaatkan setiap peluang yang muncul di lapangan.
“Kami jeli memanfaatkan kelemahan lawan untuk menyusun strategi mencetak gol,” katanya.
Bagi ITS, capaian ini tidak hanya menjadi prestasi kompetisi semata. Pengembangan robot sepak bola humanoid otonom merupakan bagian dari riset berkelanjutan dalam bidang kecerdasan buatan, robotika, sistem kendali, dan otomasi yang berpotensi diterapkan pada berbagai sektor industri di masa depan.
Prestasi tersebut juga sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas dan tujuan kesembilan mengenai industri, inovasi, serta infrastruktur.
Melalui penguatan riset robotika, ITS terus mendorong lahirnya inovasi teknologi yang memiliki daya saing global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pengembangan kecerdasan buatan dan robotika dunia.


















