Pendidikan

Unusa Luncurkan Teknologi UNUSA-Water, Solusi Ramah Lingkungan untuk Limbah Rumah Tangga

46
×

Unusa Luncurkan Teknologi UNUSA-Water, Solusi Ramah Lingkungan untuk Limbah Rumah Tangga

Sebarkan artikel ini
Unusa-Water
Momen foto bersama Rektor Unusa dan Wakil Wali Kota Surabaya usai penyerahan secara simbolis. (Foto: Mwd, Beritabangsa.id).

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Unusa meresmikan teknologi pengolahan limbah cair rumah tangga yang diberi nama UNUSA-Water.

Peresmian UNUSA-Water menjadi bukti sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan perkotaan, khususnya terkait pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armudji, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dipersembahkan Unusa.

Menurutnya, teknologi ini merupakan solusi sederhana, efektif, sekaligus ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota.

“Teman-teman Unusa memberikan satu inovasi yaitu alat pengolahan limbah cair, di mana airnya diambilkan dari saluran depan rumah. Teknologi ini juga serupa dengan generator pengolahan sampah mini, tidak menimbulkan polusi karena tidak mengeluarkan asap, serta menggunakan bahan bakar yang sederhana,” ungkap Armudji saat dikonfirmasi Beritabangsa.id, Senin (25/8/2025).

Ia menambahkan bahwa biaya pengadaan alat ini sangat terjangkau jika dianggarkan melalui APBD Surabaya. “Rp50 juta itu sangat murah dan memadai untuk dianggarkan oleh pemerintah kota,” tegasnya.

Ketua LPPM Unusa, Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D, saat menjelaskan fungsi Unusa-Water.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, menekankan bahwa inovasi UNUSA-Water tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap ketahanan pangan.

“Teknologi ini bukan hanya mengolah limbah cair rumah tangga, tetapi juga menghasilkan air layak pakai untuk menyiram tanaman. Dengan demikian, hasil pengolahan limbah bisa dimanfaatkan kembali untuk mendukung produksi sayuran dan buah-buahan,” jelas Prof. Jazidie.

Ia berharap dukungan dari DPRD maupun Pemkot Surabaya terus mengalir agar inovasi ini dapat diterapkan secara luas.

“Mudah-mudahan dengan adanya dorongan anggaran dari pemerintah kota, layanan ini bisa segera diberikan kepada masyarakat secara merata,” tambahnya.

Ia menyebut, Kehadiran UNUSA-Water menjadi tonggak penting dalam upaya menghadirkan solusi inovatif yang berorientasi pada kelestarian lingkungan.

Teknologi ini tidak hanya mengurangi pencemaran air, tetapi juga menciptakan siklus ramah lingkungan yang berkelanjutan dengan pemanfaatan kembali hasil pengolahan limbah cair.

Dengan inovasi ini, Surabaya semakin siap menghadapi tantangan lingkungan perkotaan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak perubahan sosial.

Di akhir, Prof Jazidie menegaskan, Unusa membuktikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berkutat pada teori, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60