Terkini

Panggil Aku Ayah Sentuh Hati Penonton, BKKBN Soroti Pentingnya Figur Ayah

14
×

Panggil Aku Ayah Sentuh Hati Penonton, BKKBN Soroti Pentingnya Figur Ayah

Sebarkan artikel ini
Panggil Aku Ayah

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Film drama keluarga “Panggil Aku Ayah” yang tayang sejak 7 Agustus 2025 berhasil memikat hati penonton dengan kisah menyentuh dan sarat makna.

Disutradarai Benni Setiawan dan diproduksi Visinema Pictures, film ini diadaptasi dari drama Korea Selatan “Pawn” (2020), dibintangi Ringgo Agus Rahman, Boris Bokir, dan Myesha Lin.

Cerita berpusat pada Intan (Myesha Lin), gadis kecil yang dijadikan jaminan utang oleh ibunya, Rossa.

Sang ibu kemudian merantau menjadi tenaga kerja Indonesia, meninggalkan Intan dalam pengasuhan Dedi (Ringgo Agus Rahman) dan Tatang (Boris Bokir), dua penagih utang yang perlahan berubah menjadi figur ayah bagi Intan.

Hubungan mereka berkembang menjadi ikatan emosional yang mengajarkan bahwa keluarga tidak selalu ditentukan oleh hubungan darah.

Film ini memadukan nuansa budaya lokal, humor hangat, dan pesan moral mendalam tentang arti keluarga, kasih sayang, dan peran penting figur ayah dalam membentuk karakter anak.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M., menyampaikan apresiasinya setelah menonton film tersebut.

“Film ini luar biasa. Ini adalah drama keluarga yang menggambarkan kehidupan nyata di negeri kita. Peran ayah sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Walaupun bukan ayah kandung, pola asuh yang baik dapat membentuk karakter kuat, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).

Maria juga menyoroti sisi kelam cerita yang mencerminkan realitas sosial di Indonesia.

“Kita masih menemukan keluarga yang belum mampu secara finansial. Ada anak yang ‘dijual’ karena kekurangan ekonomi, dan itu nyata. Negara harus hadir memberikan pendampingan,” tegasnya.

Ia berharap film ini menjadi pengingat pentingnya peran ayah dalam membangun keluarga yang sehat dan harmonis.

Pesan positif juga datang dari kalangan generasi muda. Abian Zeyad Aqilah, siswa kelas 12 SMA Negeri 19 Surabaya, mengaku mendapatkan pelajaran berharga.

“Peran orang tua sangat penting, tapi anak juga bisa dibimbing oleh kerabat atau pengurus lainnya. Setiap anak nasibnya berbeda, dan keluarga terdekat wajib membimbing supaya mereka jadi lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehilangan orang tua bukan berarti kehilangan kesempatan untuk berkembang.

“Kalau kita tidak punya orang tua, keluarga harus bisa membimbing dan menggantikan perannya. Orang tua adalah guru pertama sampai kapan pun,” katanya.

Di akhir, Maria Enawati menambahkan, dengan kisah yang mengharukan, “Panggil Aku Ayah” tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengajak penonton merenungkan kembali makna keluarga dan pentingnya peran figur ayah di tengah masyarakat.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60