Terkini

Khofifah Peringatkan Judol dan Pinjol Ancam Kesehatan Mental Generasi Muda

15
×

Khofifah Peringatkan Judol dan Pinjol Ancam Kesehatan Mental Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Khofifah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat ditemui awak media usai peresmian tahun ajaran baru (2015/2026) di yayasan pendidikan Al Maarif Singosari Malang

BERITABANGSA.ID, MALANG – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengeluarkan peringatan keras terkait meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental di masyarakat akibat jeratan judi online (Judol) dan pinjaman online (Pinjol). Menurutnya, fenomena ini sudah sangat mengkhawatirkan karena sebagian rumah sakit jiwa kini penuh oleh korban dari dua praktik ilegal tersebut.

“Saya kaget saat mendapat laporan rumah sakit jiwa penuh oleh korban judi online dan pinjol. Ini harus menjadi kewaspadaan bersama. Manajemen keuangan dan kehati-hatian adalah kunci,” tegas Khofifah saat menghadiri peresmian tahun ajaran baru 2025/2026 di Yayasan Pendidikan Al Maarif, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (9/8/2025).

Ia memastikan Pemprov Jatim terus memperkuat layanan kesehatan mental melalui rumah sakit jiwa berfasilitas modern.

“Layanannya umum, bangunannya keren, dan ini harus dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Khofifah.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menekankan bahwa pendidikan harus berperan penting membentuk karakter, akhlak mulia, dan peradaban bangsa. Ia mencontohkan Yayasan Pendidikan Al Maarif yang sejak didirikan KH Maskur, pahlawan nasional, konsisten menanamkan nilai perjuangan dan pengorbanan.

Momentum bulan kemerdekaan, lanjutnya, menjadi waktu tepat menanamkan nasionalisme di semua kalangan.

“Kalau diizinkan tuan rumah, saya selalu membawa bendera merah putih dan mengibarkannya sambil menyanyikan lagu bendera bersama. Semangat ini harus dibangun di semua usia,” jelasnya.

Khofifah juga mengingatkan agar bendera merah putih tidak dipasangkan dengan simbol yang tidak pantas.

“Kalau di bulan kemerdekaan ini, kibarkanlah merah putih. Jangan diganti atau dipersandingkan dengan hal-hal lain,” katanya.

Ketua Yayasan Al Maarif Singosari, KH Anas Noor, menambahkan, pembentukan karakter siswa memerlukan kerja sama semua pihak.

“Dengan 1.300 siswa dari TK hingga SMK, pendidikan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60