BERITABANGSA.ID, SITUBONDO — Pemerintah Kabupaten Situbondo kembali menggelar forum Literasi Rebbhuwân sebagai sarana komunikasi dan edukasi publik, di Aula Balai Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Selasa (15/7/2025).
Mengusung tema “Situbondo Sehat, Layanan Kesehatan Hebat, Masyarakat Bahagia”, agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi kesehatan di kalangan masyarakat.
Forum ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu dokter Sudharmono (Direktur RSUD Asembagus), dokter Sandy Hendrayono (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo), dan Siti Maria Ulfa (Anggota DPRD Kabupaten Situbondo). Ketiganya dipandu oleh moderator Santoso, Ketua Forum Kesehatan Situbondo (FKS).
Acara dibuka dengan sambutan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang menekankan pentingnya literasi dalam mendukung efektivitas layanan kesehatan.
Dalam sambutannya, bupati menyampaikan bahwa sejak awal kepemimpinannya, sektor kesehatan telah menjadi prioritas utama, baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran.
“Sesuatu yang dimulai itu butuh waktu untuk dipahami dan dimengerti. Kesehatan adalah isu strategis yang sejak awal saya sentuh. Bahkan, sejak masa kampanye, saya menegaskan bahwa program UHC (Universal Health Coverage) adalah Berantas, dan Berantas adalah UHC,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan cakupan penerima manfaat program Berantas telah meningkat signifikan, dari kurang dari 90% menjadi 98,1% pada tahun ini.
Pemerintah juga telah meningkatkan anggaran kesehatan dari Rp20 miliar menjadi Rp63 miliar hingga akhir Desember 2025.
“Untuk kesehatan, mau habis Rp100 miliar pun akan kita siapkan. Namun, tanpa pemahaman yang baik dari tenaga kesehatan dan masyarakat, sebesar apa pun anggaran tidak akan efektif. Kita masih menemui perdebatan tentang kondisi darurat karena perbedaan cara pandang dan rendahnya literasi,” tegasnya.
Dalam sesi materi, Sandy Hendrayono menyampaikan bahwa program Berantas dirancang agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan secara layak dan manusiawi.
“Kita patut bersyukur memiliki pemimpin seperti Mas Rio yang begitu peduli. Semua Puskesmas harus menghadirkan pelayanan yang ramah, mengutamakan senyum, dan tidak menolak pasien. Saya tegaskan kembali, seluruh layanan dalam program Berantas itu gratis, dan tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.
Sementara itu, Sudharmono menekankan bahwa RSUD Asembagus siap melayani pasien dengan dukungan penuh dari program Berantas.
“Masyarakat Asembagus dan sekitarnya kini bisa memanfaatkan layanan ini baik untuk rawat jalan maupun rawat inap. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit secara bertahap dan terukur,” jelasnya.
Anggota DPRD Kabupaten Situbondo, Siti Maria Ulfa, turut mengapresiasi sinergi pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan empati.
“Satu nyawa itu sangat berarti. Maka, penting bagi seluruh tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maria juga menyemarakkan suasana dengan memberikan kuis interaktif berhadiah voucher UMKM kepada para peserta yang hadir.
Forum Literasi Rebbhuwân berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti sesi demi sesi dengan serius, terlebih saat bupati menyampaikan arah kebijakan strategis kesehatan daerah.
Kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa pendekatan literasi terbuka dan inklusif mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sebagai hak dasar yang harus dipenuhi.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















