Terkini

Uji Coba Pabrik Pengolahan Tembakau PT STI, Bau Tak Seht Tetap Menyerang

36
×

Uji Coba Pabrik Pengolahan Tembakau PT STI, Bau Tak Seht Tetap Menyerang

Sebarkan artikel ini
PT STI
Terlihat asap tebal yang dihasilkan dari Pabrik pengolahan tembakau PT Sata Tec Indonesia. Foto: Suyati

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Pasca kedatangan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, pabrik pengolahan tembakau PT Sata Tec Indonesia PT (STI), melakukan uji coba mesin (trial), Selasa (15/7/2025). Namun, hasilnya tetap membuat warga menjerit karena bau menyengat masih menyerang.

PT STI sempat disegel karena polusi udara, kini kembali beroperasi berdalih uji coba selama sebulan. Faktanya, bau tidak sedap kembali menusuk warga.

Sumbet media ini, menyatakan meski jam sekolah tidak ada bau menyengat tetapi di jam berikutnya, bau menyengat masih mencuat, Rabu (16/7/2025).

“Truk lalu-lalang, cerobong jalan, baunya sama saja, uji coba kok baunya kayak produksi penuh? Kami Cuma disuguhi asap, polusi, tanpa kejelasan,” ucapnya, ogah dinamakan.

Pemerhati sosial, Widodo, mengatakan PT STI di atas kertas berjanji saat uji coba akan diawasi ketat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro dan Satpol PP.

Kini berbanding terbalik, papan pengumuman hasil uji emisi terbaru nihil, laporan kajian Amdal terbaru juga tidak pernah dibuka ke publik.

Sejumlah warga mengaku tidak pernah mendapat pemberitahuan resmi bahwa akan ada trial selama satu bulan.

“Kalau sekadar uji coba, mana datanya? Mana buktinya? Jangan-jangan ini akal-akalan supaya segel bisa dicopot elegan, warga sudah capek jadi kelinci percobaan,” pungkasnya.

Menurutnya jika ini terus berlangsung, sekolah yang akan menjadi korban, Anak-anak Dipertaruhkan, lebih ironis, pabrik ini berdiri kurang dari 50 meter dari PAUD, TK, dan SD Negeri Sukowati. Sudah bukan rahasia, sebelum disegel, murid-murid pernah dipulangkan lebih awal karena polusi bau yang bikin mual.

Dikabarkan sebelumnya telah dilakukan pertemuan resmi, guru SD sampai meminta jam operasional pabrik disesuaikan dengan jam sekolah, bahkan mereka meminta perusahaan menanggung tagihan listrik AC karena ventilasi sekolah terpaksa ditutup rapat demi menghalau bau.

“Anak-anak mau belajar apa kalau baunya nyerang? Pemerintah selalu bilang lindungi anak, tapi di lapangan polusi tetap lewat depan kelas,” sindir Wibowo tirukan keluh seorang guru.

Disisi lain, saat diwawancarai awak media ini Kepala sekolah TK dan PAUS Darma Bakti, Dika Martania mengatakan tidak ada pemberitahuan resmi sebelumnya jika akan trial di pabrik tersebut, dia mengaku tiba-tiba dipanggil untuk hadir ke pabrik.

“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, tiba-tiba saja dipanggil kesana sudah ada Wakil Bupati sama orang-orang dinas, saya ya hanya bisa meminta jika operasional harus diatas jam 12 siang setelah anak-anak pulang sekolah tanpa bisa berbicara banyak. Kami pasrah.” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukowati, Amik Rohadi, buka suara di forum peresmian uji coba. Dia menyorot dugaan intimidasi kepada guru PAUD oleh pejabat Dinas Pendidikan.

“Guru PAUD saya dipanggil, dikasih perumpamaan, kamu semut, jangan melawan gajah, ini maksudnya apa? Warga kecil ini mau dilawan dengan kuasa besar,” kata kades.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60