BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di ruas Jalan Wotan – Kayulemah, Desa Teleng, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, disorot warga setempat. Pasalnya, pengerjaan infrastruktur ini mulai tersendat dan terancam terhenti (macet) seiring intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut.
Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek ini berada di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang. Pengerjaan penahan tebing jalan ini didanai oleh APBD 2026 dengan total anggaran sebesar Rp196.690.200,00.
Adapun spesifikasi fisik proyek mencakup panjang TPT 59,00 meter dan tinggi TPT 1,5 meter, dengan target waktu pengerjaan selama 180 hari kalender. Proyek ini dikerjakan oleh penyedia jasa PT. Sinergi Multi Kontraktor serta didampingi oleh CV. Surya Consultan selaku konsultan pengawas.
Tidak hanya itu, terlihat pula tumpukan tanah sisa galian yang berada dibahu jalan dapat berpotensi membahayakan pengendara yang melintas. Mengingat, saat ini sudah memasuki musim penghujan. Kondisi tanah yang basah dan licin dapat meningkatkan risiko berbahaya pagi pengendara yang melintasi wilayah tersebut.
Salah seorang warga sebut saja Parto mengatakan rasa kekecewaannya terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dinilai tidak kunjung dilanjutkan.
“Kami sangat kecewa dengan kondisi pekerjaan ini. Sudah lama terhenti, sementara sekarang mulai memasuki musim hujan. Sawah sudah harus diratakan dan dipersiapkan untuk musim tanam, tetapi pekerjaan ini belum juga dilanjutkan. Tanah yang berada di bahu jalan juga sangat mengganggu pengguna jalan dan bisa membahayakan pengendara,” ungkap Parto Senin (2/11/2026).
Menurut Parto, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Mereka berharap kontraktor pelaksana bersama konsultan pengawas segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan pekerjaan sekaligus membersihkan sisa material yang mengganggu akses masyarakat
“Yang kami takutkan bahaya jika habis hujan tanah di pinggir itu pasti jadi licin dan membahayakan warga melintas,” tegasnya.
Parto berharap pihak kontraktor pelaksana beserta instansi terkait dapat segera mengambil langkah antisipatif agar proyek infrastruktur senilai ratusan juta rupiah ini tidak mangkrak dan bisa diselesaikan tepat waktu demi keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan.
Saat awak media ini mencoba konfirmasi pada pihak CV Surya Consultan belum ada jawaban.
Penulis: Suyati















