Terkini

Peringati HJB ke-349, RSUD Padangan dan Perdami Jatim Gelar Operasi Katarak Gratis

7
×

Peringati HJB ke-349, RSUD Padangan dan Perdami Jatim Gelar Operasi Katarak Gratis

Sebarkan artikel ini
RSUD
RSUD Padangan Kabupaten Bojonegoro Saat melakukan Baksos Oprasi Katarak gratis memperingati Hari Jadi Bojonegoro ke-349.

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Guna merayakan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349, Bojonegoro Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangan bekerja sama dengan Pehimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jawa Timur mengadakan Operasi Katarak gratis, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk membuka akses pelayanan operasi katarak untuk masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya.

Direktur RSUD Padangan, Ratih Wulandari, mengatakan acara bakti sosial yang menggunakan metode operasi katarak canggih berupa Phaecoemulsifikasi ini diikuti oleh 94 peserta yang semuanya mendapat pelayanan operasi secara gratis. 114 pasien yang telah diseleksi hingga menjadi 80 pasien yang memenuhi syarat untuk menjalani operasi katarak, rata-rata pasien merupakan lansia namun, bila ada pasien berusia muda akan ada penanganan penangan khusus.

“Dengan adanya kegiatan ini, RSUD Padangan bisa membantu dan melakukan hal positif untuk masyarakat. Apalagi ini bertepatan dengan HJB ke-349, kami bisa melayani masyarakat dengan lebih baik kedepan dan apa yang menjadi terget kami untuk RSUD Padangan bisa tercapai,” akunya.

Dokter Ratih Wulandari menambahkan, adanya program pengecekan kesehatan dini itu juga diharapkan masyarakat lebih peduli kesehatan mata.

Terselenggaranya baksos ini berkat kerja sama strategis dengan Perdami Jawa Timur yang memiliki anggota lebih dari 400 dokter – yang memiliki program unggulan one day eyesight.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, mengapresiasi tinggi terhadap aksi Baksos operasi katarak ini.

Tidak hanya itu, Ninik Susmiati juga mendorong RSUD Padangan yang saat ini berstatus Kelas C dapat terus meningkatkan inovasi dan pelayanan hingga naik tingkat menjadi rumah sakit yang lebih baik.

“Selain itu, pentingnya penanganan katarak sebagai langkah pencegahan kebutaan di masyarakat merupakan salah satu perhatian kusus untuk kita,” ungkapnya.

Ninik berharap kerja sama dengan Perdami Jatim tidak berhenti di RSUD Padangan saja namun, dapat diperluas di 5 unit RSUD milik Pemerintah Bojonegoro yang lain.

Dokter spesialis mata yang juga menjabat Wakil Direktur RSUD dr R Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro serta perwakilan Perdami Jawa Timur, dokter Agung Pambudi Setyowibowo menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan organisasi untuk menekan angka kebutaan akibat katarak di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Bojonegoro.

Dia menambahkan, pihaknya bersama rekan seprofesi akan terus berupaya memberikan pelayanan maksimal guna memangkas angka kebutaan, sekitar 14 dokter spesialis terlibat di Baksos kali ini.

“Jumlah penderita baru katarak di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya hingga mencapai angka ratusan ribu kasus, hal ini memerlukan perhatian khusus, dan berdasarkan data nasional, sekitar 1,6 juta penduduk Indonesia mengalami kebutaan, dengan 80 persen di antaranya disebabkan oleh katarak, ” tegasnya.

Sementara itu, angka prevalensi kebutaan pada penduduk berusia di atas 50 tahun di Indonesia mencapai 3,0 persen, di mana 70 – 81 persen kasus tersebut dipicu oleh katarak.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60