Terkini

Dugaan Kekerasan Siswa SMP Negeri 1 Sukosewu Mulai Disidik Polisi

1
×

Dugaan Kekerasan Siswa SMP Negeri 1 Sukosewu Mulai Disidik Polisi

Sebarkan artikel ini
Kekerasan SMP Negeri Sukosewu
Gambar Ilustrasi

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Kasus dugaan kekerasan menimpa siswa SMP negeri di Kabupaten Bojonegoro mulai disidik polisi. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami perkara tersebut.

Wali kelas korban, Melinia, mengatakan kasus itu benar benar telah ditangani kepolisian.

“Untuk kasus tersebut sudah ditangani pihak Polres. Detailnya silakan tanya ke Kadiv Humas Polres Bojonegoro. Terima kasih,” kata Melinia, Kamis (29/10/2026).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai ada atau tidaknya upaya mediasi yang sebelumnya dilakukan pihak sekolah, Melinia kembali memberikan jawaban yang sama dengan mengarahkan agar konfirmasi dilakukan kepada pihak kepolisian.

Berdasarkan laporan yang diterima Satreskrim Polres Bojonegoro dengan nomor STPL/262/IX/2026/SATRESKRIM, dugaan kekerasan itu terjadi pada 14 September 2026 sekitar pukul 12.00 WIB di ruang kelas sekolah korban.

Korban kini didampingi tim pendamping hukum, Khasan Safullah dan M. Lutfi Nurul Fajari. Keduanya mendampingi keluarga untuk memperjuangkan perlindungan hukum bagi korban yang masih di bawah umur.

“Kami mendampingi korban agar aparat kepolisian dapat mengusut tuntas perkara tersebut agar korban memperoleh perlindungan hukum dan keadilan,” kata Khasan Safullah.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Cipto Dwi Leksana, membenarkan perkara tersebut masih dalam penanganan penyidik.

“Saat ini masih proses pemeriksaan saksi-saksi, Mas,” ungkapnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, kejadian bermula ketika ibu korban menerima telepon dari guru yang memintanya segera datang ke Puskesmas dengan membawa kartu keluarga.

Setibanya di Puskesmas, ibu korban mendapati anaknya masih mengalami pendarahan di hidung. Petugas medis kemudian merujuk korban ke RSUD Bojonegoro untuk penanganan lebih lanjut.

Ibu korban setiba di RS barulah diberitahu pihak sekolah bahwa anaknya terjatuh. Namun, dia tak percaya sehingga muncul pernyataan anaknya jadi korban tindakan kekerasan.

Dari situlah keluarga korban dipertemukan dengan pihak sekolah untuk dimediasi. Namun pertemuan itu tidak menghasilkan kesepakatan, dan keluarga korban menempuh jalur hukum.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60