Dengan demikian, pembangunan tidak hanya diarahkan untuk mendukung kegiatan produksi perikanan, tetapi juga membuka peluang pengembangan aktivitas ekonomi lain di kawasan pesisir.
Trenggono meminta peserta tidak terburu-buru dalam melakukan penilaian. Apabila diperlukan, tim bahkan dipersilakan menginap di lokasi agar dapat memahami secara langsung kehidupan masyarakat nelayan.
“Saya ingin menolong saudara-saudara kita yang ada di pesisir. Saya ingin mengangkat harkat dan martabat mereka. Jadi, ketika turun ke lapangan, jangan hanya berpikir sedang membangun bangunan, tetapi pahami persoalan masyarakat yang akan dibantu,” katanya.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif menjelaskan, pembekalan terhadap 3.500 peserta telah dilaksanakan secara daring pada 27–29 Oktober 2026. Peserta berasal dari perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat lokal, politeknik kelautan dan perikanan, serta unit pelaksana teknis pelabuhan perikanan.
Materi pembekalan meliputi pengumpulan dan verifikasi data, wawancara masyarakat, observasi lapangan, penggunaan perangkat survei digital, serta fasilitasi kesiapan calon lokasi.
“Kata kunci yang harus kita pegang teguh saat survei atau penilaian calon lokasi KNMP adalah dengarkan masyarakat dan pahami kegiatan ekonominya,” ujar Latif.
Setelah pembekalan, tim akan melaksanakan survei, penilaian, dan fasilitasi kesiapan calon lokasi hingga pertengahan Desember 2026.
Ketua Satgas Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi KNMP 2027, Mohamad Abdi, menambahkan bahwa penentuan calon lokasi mengacu pada hasil analisis nasional yang ditelaah dan dimutakhirkan pemerintah daerah, termasuk melalui usulan dari pemerintah daerah.
Setiap calon lokasi akan dinilai berdasarkan sejumlah aspek, yakni kebutuhan masyarakat, potensi perikanan, kesiapan lahan, akses pasar, dan ketersediaan infrastruktur pendukung.
Lokasi yang masuk prioritas selanjutnya akan mendapatkan fasilitasi untuk memenuhi persyaratan kesiapan lahan, kelembagaan pengelola, rencana usaha, serta dukungan masyarakat dan pemerintah daerah.
Satgas menargetkan 1.000 lokasi KNMP siap direkomendasikan untuk pembangunan pada 2027. Namun, Abdi menegaskan bahwa pengajuan usulan maupun kehadiran tim survei di suatu wilayah belum dapat diartikan sebagai penetapan lokasi pembangunan.















