Politik

PPP Surabaya Gelar Musancab Ke-10, Target Tambah Kursi Pileg 2029

19
×

PPP Surabaya Gelar Musancab Ke-10, Target Tambah Kursi Pileg 2029

Sebarkan artikel ini
Musancab
Momen foto bersama usai kegiatan Musancab. (Foto: Mawardi, Beritabangsa.id).

Ia menyebut PPP kembali berkiprah di parlemen sejak 2009. Pada Pemilu 2014 dan 2019, PPP memperoleh dua kursi di DPRD Kota Surabaya. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi tiga kursi pada Pemilu 2024.

“Capaian ini jangan membuat kita berpuas diri. Peningkatan ini harus terus ditingkatkan, tidak cukup hanya di Surabaya, tetapi harus lebih luas lagi sehingga target Pemilu 2029 bisa dicapai,” katanya.

Muhaimin optimistis melihat antusiasme kader yang mengikuti Musancab ke-10. Menurutnya, semangat tersebut menjadi salah satu modal untuk memperkuat mesin organisasi menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Saya pastikan, insyaallah PPP mendapatkan tambahan kursi, khususnya Dapil V,” tegasnya.

Ia menambahkan, upaya memperoleh tambahan kursi di DPRD Kota Surabaya membutuhkan energi, semangat, dan persatuan seluruh kader. Konsolidasi tidak boleh berhenti pada struktur organisasi, tetapi harus diterjemahkan dalam kerja-kerja politik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Musancab PPP
Ketua DPC PPP Kota Surabaya, KH. Muhaimin, SH., MM., saat wawancara.

“Insyaallah dengan semangat pada malam hari ini, Dapil V bisa mendapatkan tambahan kursi dan target untuk masuk ke Senayan bisa dicapai,” ujarnya.

Senada, Wakil Ketua Bidang OKK 2 DPW PPP Jawa Timur Drs. KH. Muhith Efendi meminta seluruh kader melakukan introspeksi terhadap perjalanan partai menjelang Pemilu 2029.

Ia menilai Dapil V memiliki potensi untuk memperoleh lebih dari satu kursi apabila konsolidasi organisasi dilakukan secara serius.

“Dapil V harus mempunyai target minimal dua kursi. Hal ini bisa dicapai apabila seluruh kader PPP benar-benar solid dan turun ke akar rumput,” kata Muhith.

Ia menilai karakteristik masyarakat Surabaya membutuhkan pendekatan politik yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Pola komunikasi politik yang selama ini dilakukan secara konvensional perlu diperkuat dengan strategi digital.

Menurut Muhith, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi bagian dari identitas PPP perlu dikemas melalui pendekatan komunikasi yang lebih modern.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60