BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Emil Elestianto Dardak siap kembali memimpin DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Beberapa strategi baru telah disiapkan dengan cara pendekatan dengan menyesuaikan karakter tiap daerah. Termasuk Bojonegoro jadi perhatian.
Emil mengatakan Kabupaten Bojonegoro memiliki karakter tantangan tersendiri sehingga tidak bisa disamakan dengan daerah lain di Jawa Timur.
Pernyataan ini disampaikan Emil saat mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026-2031 di Kantor DPD Demokrat Jatim, Surabaya, Kamis (20/8/2026) malam.
Wakil Gubernur Jawa Timur ini mengatakan, setiap daerah memiliki karakter dan persoalan yang berbeda. Karena itu, strategi politik maupun program partai perlu disusun dengan mempertimbangkan kondisi lokal.
Seperti di Bojonegoro dan Bondowoso yang memiliki karakter berbeda. Demikian pula Surabaya yang mempunyai kekhususan dan tantangan tersendiri.
“Setiap daerah punya kekhususannya masing-masing. Saya tidak bisa menyamakan Bojonegoro dengan Bondowoso. Surabaya juga punya kekhususan sendiri, punya tantangannya sendiri,” ujar Emil.
Lebih lanjut, garis besar program partai memang dapat dibuat secara bersama-sama. Namun, pelaksanaan di masing-masing daerah harus diberikan ruang untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat.
Dia juga menggagas penguatan peran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) apabila kembali dipercaya memimpin Demokrat Jatim. Melalui program yang dirancang DPD tidak harus seluruhnya dijalankan secara seragam.
“Namun, DPC perlu memiliki ruang untuk menjadi penggerak utama program sesuai karakter wilayah masing-masing. Desain program itu saya ingin program DPD pun DPC lead di depan,” tegasnya.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar keberadaan Partai Demokrat tidak hanya terasa ketika memasuki momentum politik atau pemilu, tetapi juga hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Sejumlah persoalan masyarakat, seperti layanan kesehatan maupun kekeringan, sebagai contoh persoalan yang membutuhkan kehadiran kader partai di tengah masyarakat.
Emil menyatakan resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Menurutnya, keputusan maju kembali telah melalui komunikasi dengan para Ketua DPC Demokrat se-Jawa Timur serta para senior partai.
Musda VII Partai Demokrat Jawa Timur dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026 untuk menentukan kepemimpinan DPD Demokrat Jatim periode 2026-2031.
Dalam hal itu dia menegaskan dukungannya terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Harapannya seluruh kader Demokrat di Jawa Timur dapat menjaga soliditas serta bergerak bersama memperkuat pengabdian partai kepada masyarakat.
Bagi Bojonegoro, pernyataan Emil mengenai adanya kekhususan daerah menjadi perhatian tersendiri. Sebab, jika Emil kembali dipercaya memimpin Demokrat Jatim, strategi politik untuk Bojonegoro berpeluang dirancang dengan mempertimbangkan karakter dan kebutuhan daerah secara lebih spesifik.


















