Lazisnu, lanjut Siti, berperan memfasilitasi ruang agar sosialisasi tersebut dapat menjangkau warga penerima manfaat dan masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kami memfasilitasi mereka untuk memberikan ruang untuk bersosialisasi kepada warga, menjelaskan tentang manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan ini,” ujarnya.
Respons masyarakat terhadap program tersebut disebut cukup positif. Warga mengikuti kegiatan dengan antusias karena bantuan yang diberikan dinilai menyentuh dua kebutuhan sekaligus, yakni penguatan usaha dan perlindungan sosial.

Salah seorang penerima manfaat, Farida Nurahayu, warga Jalan Kalibutuh, Surabaya, mengaku senang mendapatkan bantuan rombong usaha sekaligus kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Bagi Farida, bantuan tersebut menjadi modal awal untuk mengembangkan usaha dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.
Ia berharap fasilitas yang diterimanya dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga usahanya berkembang dan taraf hidup keluarga ikut meningkat.
Sementara itu, Wakil Rois Syuriah PCNU Surabaya KH Abdul Bari mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian PCNU dan Lazisnu terhadap pelaku usaha kecil dan menengah.
Menurut dia, dana umat yang dihimpun melalui Lazisnu harus dikelola secara produktif sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kota Surabaya sekaligus Lazisnu memberikan sumbangan nyata sebagai upaya PCNU mengangkat pengusaha-pengusaha kecil menengah agar bisa bangkit untuk kepentingan umat ke depan,” tuturnya.
Ia menilai pemberian rombong usaha sekaligus perlindungan BPJS Ketenagakerjaan merupakan kombinasi penting dalam membantu masyarakat membangun kemandirian ekonomi.
“Agar zakat itu benar-benar bermanfaat bagi umat. Pada siang ini, selain menyerahkan gerobak untuk usaha, juga menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada penerima bantuan. Semoga usahanya sukses dan barokah,” pungkasnya.


















