Kompetisi tersebut diikuti peserta dari tiga jenjang pendidikan. Untuk tingkat MI, tema yang diangkat adalah “A Modern Story about Environmental Conservation”. Tingkat MTs mengusung tema “Indonesian Folktale”, sedangkan tingkat MA mengangkat tema “International Folktale”.
Setiap regu terdiri atas lima siswa. Setelah melewati babak penyisihan secara daring yang diikuti 547 regu, sebanyak 10 regu dengan nilai tertinggi berhak tampil pada babak final secara luring di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Penilaian dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yakni pemahaman drama dan kesesuaian tema, ekspresi dan penampilan, aspek kebahasaan, serta kreativitas dan unsur pendukung pementasan.
Aspek kebahasaan menjadi salah satu komponen penilaian terbesar dengan bobot 30 persen. Penilaian tersebut mencakup pronunciation, grammar, fluency, vocabulary, serta ketepatan dan kesesuaian penggunaan bahasa.
Ahmad Sruji Bahtiar berharap kompetisi serupa terus dikembangkan agar peserta didik madrasah tidak hanya memiliki keunggulan akademik, tetapi juga kemampuan komunikasi dan kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global.
“Anak-anak kita harus mempunyai banyak kompetensi. Tetapi kompetensi itu juga harus mampu dikomunikasikan dengan baik. Karena itu, kuasai bahasa, perdalam kemampuan berbahasa, dan terus berlatih,” pesannya.
Ia menilai keberanian siswa tampil di depan publik menggunakan Bahasa Inggris menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Pengalaman tersebut diharapkan mampu membentuk kepercayaan diri, kemandirian, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan peserta didik untuk berinteraksi dalam lingkup yang lebih luas.
Dalam ajang Mini Drama Competition EXPO Madrasah Jawa Timur 2026, sejumlah madrasah berhasil meraih penghargaan pada masing-masing jenjang.
Pada tingkat Madrasah Aliyah, Juara 1 diraih MAN 1 Banyuwangi, disusul MAN 1 Jember sebagai Juara 2 dan MAN Insan Cendekia Pasuruan sebagai Juara 3. Juara Harapan 1 diraih MAN 6 Jombang, Juara Harapan 2 MAN 1 Bojonegoro, dan Juara Harapan 3 MAN 1 Lamongan.
Untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah, Juara 1 diraih MTsN 1 Kota Malang, Juara 2 MTsN 4 Tulungagung, dan Juara 3 MTsN 5 Jombang. Sementara Juara Harapan 1 diraih MTsN 1 Sidoarjo, Juara Harapan 2 MTsN Kota Batu, serta Juara Harapan 3 MTsN 9 Kediri.
Pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah, MI Al Azhar Bandung Tulungagung berhasil meraih Juara 1, diikuti MIN 1 Kota Malang sebagai Juara 2 dan MIN 4 Madiun sebagai Juara 3. Juara Harapan 1 diraih MIN 1 Lamongan, Juara Harapan 2 MIN 1 Kota Madiun, serta Juara Harapan 3 MIN 3 Bondowoso.
Melalui Mini Drama Competition, madrasah di Jawa Timur menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang kontekstual dengan memadukan seni pertunjukan, kreativitas, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.


















