Terkini

SGN Gandeng Polres Lumajang Perkuat Pengamanan Aset dan Cegah Karhutla, Lahan Tebu Jadi Sorotan

3
×

SGN Gandeng Polres Lumajang Perkuat Pengamanan Aset dan Cegah Karhutla, Lahan Tebu Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Karhutla
Jajaran Direksi PT SGN bersama Kapolres Luajang

Artinya, pengamanan aset SGN di Lumajang tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari pola sinergi antara perusahaan dengan jajaran Kepolisian di wilayah Jawa Timur.

Di tengah luasnya wilayah perkebunan dan kompleksitas persoalan di lapangan, tantangan berikutnya adalah memastikan hasil koordinasi tersebut benar-benar diwujudkan dalam langkah konkret.

Publik tentu berharap sinergitas antara perusahaan dan aparat tidak berhenti pada pertemuan formal atau seremoni semata.

Yang jauh lebih penting adalah bagaimana hasil koordinasi itu diterjemahkan menjadi sistem pengamanan yang efektif, pencegahan kebakaran yang terukur, respons cepat ketika terjadi insiden, serta komunikasi yang terbuka dengan masyarakat sekitar perkebunan.

Sebab, persoalan keamanan aset perusahaan dan pencegahan Karhutla pada akhirnya bukan hanya menyangkut kepentingan korporasi.

Jika terjadi kebakaran besar atau gangguan keamanan di kawasan perkebunan, masyarakat sekitar juga berpotensi menjadi pihak yang terdampak.

“Karena itu, pendekatan pengamanan idealnya tidak semata-mata berorientasi pada perlindungan aset, tetapi juga harus memastikan keberadaan perusahaan berjalan berdampingan dengan kepentingan masyarakat dan keamanan lingkungan,” ujar Kapolres Lumajang.

Dalam silaturahmi dan koordinasi tersebut, Direktur Manajemen Risiko PT SGN didampingi sejumlah pejabat perusahaan.

Mereka antara lain AKBP Agus Indrianto, selaku Koordinator Perwira Keamanan PT SGN; Fajar Lazuardi, Cluster Head PT SGN Jawa Timur 3; Agus Amanda, General Manager PT SGN PG Djatiroto; Ari Susetyo, General Manager PT SGN PG Semboro; serta Slamet Riyadi, Perwira Keamanan PT SGN PG Djatiroto.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diwarnai komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.

Bagi Lumajang, sinergi tersebut memiliki arti strategis. Kabupaten ini memiliki kawasan perkebunan tebu yang luas dan aktivitas industri gula yang menjadi salah satu bagian penting dari roda perekonomian daerah.

Karena itu, keamanan aset, kelancaran produksi dan pencegahan kebakaran harus berjalan beriringan.

Pesannya jelas: pengamanan tidak boleh menunggu masalah muncul. Api harus dicegah sebelum membesar, potensi gangguan harus dideteksi sebelum menjadi konflik, dan koordinasi harus berjalan sebelum keadaan darurat terjadi.

Kini tantangannya tinggal satu: memastikan komitmen yang dibicarakan di meja koordinasi benar-benar terasa manfaatnya di lapangan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60