BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Seorang peserta BPJS Ketenagakerjaan, Bunga – nama samaran- warga Kelurahan Karangpacar, Kabupaten Bojonegoro, mengaku didatangi sebagai calo yang menawarkan jasa pengurusan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) bertarif 50 persen.
Dalihnya, biaya itu sebagai uang administrasi. Nilainya 50 persen dari total dana JHT yang cair.
Menurut Bunga, calo itu mengiming-iming proses pengurusan yang lebih mudah dan cepat, sehingga peserta tidak perlu repot mengurus sendiri persyaratan administrasi dan proses pencairan.
Namun, Bunga mengaku keberatan melihat biaya administrasi yang besar itu, 50 persen dari total dana JHT yang dicairkan.
Dia pun mempertanyakan mekanisme serta legalitas jasa pengurusan itu.
“Secara tiba-tiba ada orang datang ke rumah dan menawarkan bantuan untuk mengurus pencairannya. Tapi saya kaget karena dikenakan biaya administrasi 50 persen dari uang JHT yang akan saya kalim dan cairkan,” ungkap Bunga, Kamis (28/8/2026).
Menurutnya, nominal biaya tersebut tergolong sangat besar, sehingga hak peserta akan berkurang jauh.
Dia mencontohkan, jika saldo JHT miliknya Rp10 juta, maka dia harus membayar Rp5 juta sebagai biaya administrasi.
“Saya dibikin heran lagi, katanya, kalau saya urus sendiri prosesnya sangat lama, tetapi kalau melalui calo bisa super cepat,” ujarnya.
Selain biaya, Bunga juga mempertanyakan bagaimana orang tersebut bisa mengetahui rencana pengajuan klaim JHT dan alamat tempat tinggalnya.
Kata dia, si calo itu datang langsung ke rumah tanpa ada komunikasi atau permintaan bantuan darinya, sebelumnya.
“Saya juga heran kok punya data alamat rumahnya saya, apakah ada keterlibatan orang dalam dan memberikan data saya ke calo,” terangnya.
Bunga menambahkan dia juga kembali didatangi calo dengan orang yang berbeda. Bahkan, dia mendapat pesan WhatsApp penawaran jasa pencairan klaim JHT.
“Pesan WA dari calo itu menyampaikan jika pencairan d ibawah 5 juta biaya admin 40 persen dan di atas 10 juta 30 persen. Katanya rata-rata semua segitu karena untuk melengkapi surat-suratnya dan uangnya juga dibagi dengan admin dan jasa,” tegasnya.


















