Ia menilai pemberitaan dan sosialisasi yang positif dapat menjadi penghubung antara ORADO dan masyarakat sehingga domino berkembang sebagai aktivitas olahraga yang sehat dan kompetitif.
Sekretaris Umum KONI Jawa Timur Akmal Budiyanto mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang melibatkan komunitas jurnalis tersebut.
Ia berharap media turut membantu menyampaikan bahwa domino telah menjadi cabang olahraga resmi yang diakui KONI.
“Domino sekarang sudah menjadi cabang olahraga yang resmi dan sah, serta diakui oleh KONI. Karena itu, arahnya harus menjadi olahraga prestasi,” tegasnya.
Menurut Akmal, domino sebenarnya telah lama dikenal masyarakat dan kerap dimainkan dalam berbagai kegiatan berkumpul. Tantangan saat ini adalah mengembangkan permainan tersebut menjadi olahraga dengan aturan dan sistem kompetisi yang terukur.
Ia mengatakan ORADO telah menyiapkan aturan yang akan diterapkan dalam berbagai turnamen. KONI Jawa Timur juga mendorong percepatan pembinaan atlet domino.
Akmal menyebut kepengurusan ORADO telah terbentuk di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Ia berharap organisasi tersebut dapat membuat program yang mampu menghasilkan atlet-atlet berprestasi.
“Animonya sangat besar. Tinggal pengurus Orado Jawa Timur membuat program-program yang menyentuh langsung kegiatan-kegiatan yang menghasilkan atlet-atlet berprestasi,” terangnya.
Ia menambahkan, dana hibah dari APBD dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pembinaan, termasuk kegiatan dan pembinaan atlet sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua Harian ORADO Jawa Timur Mulyadi mengatakan Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas sosialisasi domino sebagai olahraga resmi.
“Kami berharap domino bisa disosialisasikan melalui teman-teman pewarta dan rekan-rekan media semuanya bahwa domino hari ini telah diakui secara resmi sebagai cabang olahraga,” kata Mulyadi.


















