Terkini

Resmikan SMPN 1 Padangan, Menko PMK Pratikno Ingatkan Karakter dan Mental Siswa

1
×

Resmikan SMPN 1 Padangan, Menko PMK Pratikno Ingatkan Karakter dan Mental Siswa

Sebarkan artikel ini
Menko PMK
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Praktikno saat kunjungan peresmian gedung baru SMP Negeri 1 Padangan.

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meresmikan gedung baru SMP Negeri 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro, bertepatan dengan peringatan HUT ke-61 sekolah, Sabtu (22/9/2026).

Dalam acara tersebut Menko PMK Pratikno menyoroti tantangan pendidikan di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media sosial.

Menurutnya, sekolah tidak cukup hanya mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga harus membentuk generasi yang memiliki ketangguhan fisik, mental, dan karakter.

Hal tersebut diutarakan Pratikno saat meresmikan gedung sekaligus peringatan HUT ke-61 SMP Negeri 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro.

Pratikno mengatakan, perkembangan teknologi membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Persoalannya, tidak semua informasi yang diterima sesuai dengan kondisi kehidupan maupun tingkat kematangan anak.

“Anak-anak harus pintar, tetapi kita juga harus mencetak manusia yang kuat dan tangguh. Fisik penting, tetapi mental juga sangat penting,” ungkap Pratikno.

Menko PMK, juga menyinggung persoalan kesehatan mental yang saat ini menjadi perhatian serius pemerintah. Salah satu yang menjadi sorotannya adalah kasus bunuh diri yang tidak hanya mengalami peningkatan jumlah, tetapi juga terjadi pada rentang usia yang semakin luas.

“Kasus yang kami tangani, bunuh diri, mengapa ini menjadi perhatian kita? Karena bukan hanya jumlahnya yang meningkat, tetapi rentang usianya juga semakin lebar,” kata Menteri kelahiran Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo tersebut.

Lebih jauh, menurut Pratikno, media sosial turut menjadi tantangan baru dalam tumbuh kembang anak. Melalui berbagai platform digital, anak-anak dapat dengan mudah melihat kehidupan orang lain yang kemudian berpotensi menimbulkan keinginan untuk mengikuti apa yang mereka lihat.

Kondisi tersebut dapat memunculkan fear of missing out (FOMO) atau rasa takut tertinggal dari apa yang dilakukan orang lain. Padahal, kemampuan anak dalam menyaring informasi dan memahami dampak dari konten yang mereka konsumsi belum tentu berkembang secara optimal.

Karena itu, dia meminta orang tua dan sekolah ikut mengurangi ketergantungan anak terhadap perangkat digital. Ia secara khusus mengingatkan agar telepon seluler tidak digunakan sebagai pengganti pengasuh.

“Jangan HP dijadikan pengganti pengasuh anak. Ketika anak tantrum atau rewel, jangan langsung disodori HP,” tegasnya.

Di tengah kompleksitas tantangan tersebut, Pratikno menilai peran guru justru semakin penting. Guru, kata dia, tidak boleh hanya berorientasi pada penyampaian materi dan capaian akademik siswa.

Guru juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus mendampingi perkembangan mental anak selama berada di lingkungan sekolah.

“Guru bukan hanya pengajar akademik. Guru adalah orang tua anak selama mereka berada di sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, interaksi guru dengan siswa yang berlangsung setiap hari membuat guru memiliki kesempatan untuk mengenali perubahan sikap, perilaku hingga kondisi emosional anak sejak dini.
Karena itu, dia mendorong para guru untuk terus memberikan perhatian, pendampingan, serta keteladanan kepada siswa.

Soal Pendidikan harusnya mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki mental yang kuat dan karakter yang tangguh.

“Saya harap Bapak dan Ibu guru harus tetap semangat untuk mendidik generasi yang cerdas sekaligus memiliki ketangguhan mental dan karakter yang kuat,” pungkasnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60