Teknologi dapat membantu siswa mencari informasi, mengembangkan gagasan dan mengeksplorasi kreativitas, tetapi kemampuan berpikir kritis, etika dan tanggung jawab tetap menjadi fondasi.
Tanpa fondasi tersebut, kemudahan teknologi berisiko menggeser proses belajar menjadi sekadar aktivitas memperoleh jawaban secara instan.
Di sinilah peran pendidikan menjadi penting: bukan hanya mengajarkan bagaimana teknologi digunakan, tetapi juga kapan, untuk apa dan dengan tanggung jawab seperti apa teknologi tersebut digunakan.
Semarak Agustus 2026 di Yayasan Khadijah tidak berhenti pada kegiatan siswa. Guru, staf dan karyawan juga dilibatkan dalam rangkaian perlombaan yang dirancang untuk memperkuat kebersamaan antarunit di lingkungan sekolah.
Salah satu kegiatan yang digelar adalah lomba yel-yel dengan jumlah peserta minimal 15 orang. Penilaian mencakup kesesuaian dengan tema, kekompakan dan kreativitas.
Ada pula lomba estafet yang melibatkan perwakilan dari Yayasan, TK, SD, SMP dan SMA. Sebanyak 60 peserta dibagi secara acak ke dalam 10 kelompok, masing-masing terdiri atas enam orang.
Pola tersebut membuat peserta dari berbagai unit harus bekerja sama dengan rekan yang tidak selalu berada dalam satu lingkungan kerja sehari-hari.


















