Terkini

Ortu Harus Turun Tangan, Prestasi Anak Tak Cukup Digapai dari Ruang Kelas

4
×

Ortu Harus Turun Tangan, Prestasi Anak Tak Cukup Digapai dari Ruang Kelas

Sebarkan artikel ini
prestasi anak
Atlet basket SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang usai bertanding berdiskusi dengan pelatih dan wali murid

Seorang anak yang merasa perjuangannya dihargai oleh orang tua cenderung memiliki dorongan lebih kuat untuk terus berkembang. Sebaliknya, tekanan berlebihan untuk selalu menang justru dapat menghilangkan makna pendidikan dari sebuah kompetisi.

Darna berharap momentum kegiatan olahraga pelajar seperti ini dapat semakin membuka kesadaran masyarakat bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

“Yang paling penting bukan hanya menang atau mendapatkan piala. Anak-anak mendapatkan pengalaman, belajar disiplin, belajar bekerja sama dan berani tampil. Itu juga merupakan prestasi dalam pendidikan,” tuturnya.

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama, sementara masyarakat menjadi ruang sosial tempat anak menguji kemampuan dan membangun karakter.

Karena itu, sinergi antara sekolah, keluarga dan masyarakat menjadi penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat.

Ajang basket pelajar di GOR Wirabhakti Lumajang pun menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan dapat berlangsung di luar ruang kelas. Di lapangan, anak-anak tidak hanya belajar mencetak angka, tetapi juga belajar tentang kerja keras, tanggung jawab, kekompakan dan sportivitas.

Dengan demikian, ketika orang tua datang dan memberikan dukungan kepada anaknya, sesungguhnya mereka tidak sekadar menyaksikan pertandingan.

Mereka sedang mengambil bagian dalam proses pendidikan anak. Dan pesan yang lebih besar dari kegiatan tersebut sederhana: prestasi anak bukan hanya hasil kerja guru di kelas, tetapi buah dari dukungan bersama antara sekolah, keluarga dan masyarakat.

Darna menambahkan, dasar keterlibatan masyarakat dalam pendidikan juga telah memiliki landasan hukum. Karena itu, partisipasi orang tua dan masyarakat semestinya tidak dipandang sebagai sesuatu yang bersifat tambahan, melainkan bagian dari ekosistem pendidikan.

“Dasar hukumnya juga sudah ada. Artinya, pendidikan memang membutuhkan keterlibatan masyarakat. Tinggal bagaimana semua pihak bisa menjalankan perannya dengan baik dan tetap sesuai dengan ketentuan yang ada,” pungkasnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60