Karena itu, Dini mengimbau masyarakat agar tidak melupakan keberadaan pasar rakyat di tengah semakin berkembangnya pusat-pusat perbelanjaan modern. Menurutnya, pasar rakyat tetap memiliki keunggulan karena menjadi ruang ekonomi yang dekat dengan masyarakat.
“Harapannya, masyarakat kita tidak hanya berbelanja di pusat perekonomian yang besar saja, melainkan juga lebih senang kembali berbelanja di pasar rakyat,” katanya.
Dini juga berharap masyarakat dapat menjadikan pasar rakyat sebagai salah satu pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan meningkatnya aktivitas jual beli di pasar, para pedagang diharapkan dapat memperoleh penghasilan yang lebih baik sehingga roda perekonomian di tingkat desa dan kecamatan terus bergerak.
Selain memberikan manfaat ekonomi secara langsung, interaksi antara wakil rakyat dan pedagang juga dinilai penting sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat. Kondisi lapangan yang ditemui secara langsung dapat menjadi bahan masukan dalam melihat persoalan ekonomi masyarakat secara lebih konkret.
Kegiatan blusukan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh interaksi. Dini Rahmania bersama para kader NasDem tampak berkomunikasi dengan pedagang dan masyarakat yang berada di kawasan pasar.
Bagi para pedagang, kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap keberadaan pasar rakyat sebagai salah satu pusat perekonomian masyarakat. Sementara bagi Dini, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendorong agar aktivitas ekonomi lokal tetap hidup.
Kegiatan pembelian kebutuhan pokok menggunakan voucher senilai Rp100.000 juga menjadi bagian dari pesan bahwa penguatan ekonomi masyarakat dapat dilakukan melalui tindakan sederhana, salah satunya dengan memilih berbelanja langsung kepada pedagang lokal.
Dengan adanya interaksi secara langsung antara masyarakat, pedagang, kader partai, dan wakil rakyat, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di pasar rakyat dapat terus menjadi perhatian. Ke depan, keberadaan pasar tradisional diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang sebagai pusat perdagangan yang menopang perekonomian masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Kunjungan Dini Rahmania ke Pasar Rakyat Bantaran tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan blusukan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat sekaligus mendorong kesadaran bersama agar pasar rakyat tetap menjadi bagian penting dari denyut perekonomian daerah.


















