Keagamaan

Majelis Ar-Rohimin Surabaya: Habib Abu Bakar Ajak Jemaah Bersihkan Hati dengan Selawat

1
×

Majelis Ar-Rohimin Surabaya: Habib Abu Bakar Ajak Jemaah Bersihkan Hati dengan Selawat

Sebarkan artikel ini
Majelis Ar-Rohimin
Dari kiri: pengasuh Majelis Ar-Rohimin, Habib Musthofa Bin Zein Al-Alydrus, Habib Abu Bakar Bin Abdul Qadir Mauladawilah dan Pembina Majelis Ar-Rohimin, H. Abdul Rohim.

Sebelumnya, Pengasuh Majelis Ar-Rohimin, Habib Musthofa bin Zein Al-Alydrus, menyampaikan tausiah mengenai pentingnya menjaga pandangan, khususnya bagi laki-laki terhadap perempuan yang bukan mahram.

Ia mengingatkan bahwa pandangan yang disertai syahwat dapat menjadi pintu masuk berbagai bentuk kemaksiatan. Karena itu, menjaga mata merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kesucian hati.

“Bisa dibayangkan bau surga bisa dicium jarak ratusan tahun perjalanan, tetapi tidak dapat dicium oleh orang-orang yang melihat wanita dan terbayang bentuk tubuhnya. Naudzubillah,” katanya.

Habib Musthofa juga mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga kehormatan bukan hanya dibebankan kepada laki-laki.

Perempuan pun memiliki kewajiban menjaga penampilan, aurat, serta adab sesuai tuntunan syariat sehingga tercipta kehidupan sosial yang saling menghormati.

Dalam pandangan Islam, menjaga pandangan merupakan perintah yang secara tegas disebutkan dalam Al-Quran. Pada Surah An-Nur ayat 30, Allah memerintahkan laki-laki beriman untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluannya.

Perintah serupa juga ditujukan kepada perempuan beriman pada ayat berikutnya. Ayat tersebut menunjukkan bahwa menjaga mata bukan sekadar persoalan etika, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki dimensi spiritual.

Para ulama menjelaskan bahwa pandangan merupakan pintu pertama yang dapat memengaruhi hati.

Apa yang terus-menerus dilihat akan membentuk pikiran, memunculkan keinginan, kemudian berkembang menjadi perbuatan.

Karena itu, Islam menganjurkan agar seorang muslim mengalihkan pandangan dari sesuatu yang diharamkan serta memperbanyak melihat hal-hal yang mendatangkan manfaat.

Menjaga mata dapat diwujudkan melalui berbagai cara, seperti menghindari melihat aurat orang lain, menjauhi tontonan yang mengandung unsur pornografi atau kemaksiatan, membatasi konsumsi konten digital yang merusak akhlak, serta menggunakan penglihatan untuk membaca Al-Quran, kitab-kitab ilmu, dan mengamati tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.

Habib Musthofa menambahkan bahwa nikmat penglihatan merupakan anugerah besar yang patut disyukuri.

Bentuk syukur itu diwujudkan dengan menggunakan mata untuk melihat sesuatu yang diridhai Allah SWT, membaca Al-Quran, mempelajari ilmu agama, memandang sesama dengan penuh kesantunan, serta merenungkan ciptaan-Nya di alam semesta.

Aktivitas tersebut, menurutnya, akan memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan keyakinan kepada kebesaran Allah SWT.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60