Pemerintahan

Demi Kualitas Pelayanan, PDAM Bojonegoro Terus Tingkatkan Kualitas Air yang Didistribusikan

1
×

Demi Kualitas Pelayanan, PDAM Bojonegoro Terus Tingkatkan Kualitas Air yang Didistribusikan

Sebarkan artikel ini
PDAM
Dirut PDAM Bojonegoro M. Khairul Anwar, ST., MM. (Pakai topi) Saat hadir Ngobrol bareng Asik Jengker Demokrasi. Foto: Suyati/Beritabangsa.id

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Perumda Air Minum Tirta Buana Mandiri (PDAM) Bojonegoro memastikan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan telah melalui serangkaian proses pengolahan dan pengujian sesuai standar kesehatan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan Direktur Perumda Air Minum Tirta Buana Mandiri, Moch Khairul Anam, saat menjawab pertanyaan peserta dalam forum diskusi terkait kualitas air baku yang bersumber dari Bengawan Solo.

Jawaban tersebut muncul saat kegiatan diskusi publik bertajuk “Ngajai” (Ngobrol Asik Jengker Demokrasi) edisi ke-61, Selasa (23/6/2026) malam.

Dengan mengusung tema “BUMD dan Kontribusi untuk Pemkab”, acara yang berlangsung di Copitalist, Pondok Pinang 13 ini menghadirkan perwakilan masyarakat, Siswanto, bersama Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kusharianto dan Direktur PDAM Bojonegoro, Moh. Khairul Anwar, untuk membedah peran strategis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bagi pemerintah daerah.

Khairul, menjelaskan bahwa PDAM secara rutin melakukan pengujian kualitas air setiap bulan melalui laboratorium yang memiliki izin dan lisensi resmi. Selain itu, perusahaan juga menjalani evaluasi kinerja secara berkala, baik dari aspek pelayanan maupun kualitas pengelolaan.

“Setiap bulan kami mengirimkan sampel ke laboratorium yang berizin. Selain itu, setiap tahun juga ada evaluasi kinerja sehingga seluruh proses pengolahan dan distribusi air terus dipantau,” ujarnya.

Tantangan terbesar dalam pengolahan air Bengawan Solo bukan hanya kekeruhan akibat lumpur, melainkan keberadaan zat warna yang membutuhkan perlakuan khusus dalam proses pengolahan.

Dia juga mengatakan sedimen lumpur relatif mudah diendapkan. Namun ketika air mengandung unsur zat warna tertentu, diperlukan penggunaan bahan kimia pengolahan sesuai rekomendasi dan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Kami memastikan parameter kimia, fisika, dan biologi memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. Termasuk bakteri E.coli yang harus dipastikan tidak ada sebelum air didistribusikan kepada masyarakat,” kata Khoirul.

Dalam kesempatan itu, dia juga menambahkan jika adanya permasalah matinya saluran air kepelanggan ada dua penyebab yaitu matinya aliran listrik yang mengakibatkan saluran air ikut mati karena alat yang digunakan untuk menyalurkan menggunakan mesin pom yang beroperasi membutuhkan tegangan listrik.

“Kedua adanya kebocoran dari pipa-pipa dengan tegangan yang cukup besar, jika tidak ada kendala tersebut PDAM akan selalu melayani 24 jam,” tambahnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60