Sejumlah tokoh nasional, pimpinan lembaga negara, kepala daerah, hingga pengasuh pondok pesantren dari berbagai wilayah Indonesia turut hadir dalam forum yang menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus perumusan respons NU terhadap berbagai tantangan kebangsaan dan keumatan.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam agenda tersebut dipandang sebagai bentuk penguatan kemitraan antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam menjaga persatuan nasional, memperkokoh kehidupan berbangsa, serta mendukung pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai religius dan kebangsaan.
Sementara itu, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bangkalan sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional tersebut.
Menurutnya, penyelenggaraan Munas dan Konbes NU menjadi momentum penting yang menunjukkan kapasitas Bangkalan dalam menggelar agenda strategis tingkat nasional.
“Alhamdulillah, Kabupaten Bangkalan kembali mendapat kehormatan menjadi tempat berlangsungnya agenda besar Nahdlatul Ulama yang dihadiri langsung oleh Bapak Presiden Republik Indonesia. Ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Bangkalan sekaligus menunjukkan bahwa daerah kita memiliki kapasitas untuk menjadi tuan rumah kegiatan nasional yang strategis,” ujar Lukman.
Ia menilai pesan yang disampaikan Presiden Prabowo mengenai pentingnya peran ulama sangat relevan dengan karakter sosial masyarakat Bangkalan yang selama ini tumbuh bersama tradisi pesantren.
Menurut Lukman, kiai dan ulama memiliki posisi sentral dalam kehidupan masyarakat Madura. Karena itu, penguatan peran ulama dalam pembangunan sosial menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
“Bangkalan dikenal sebagai daerah yang tumbuh dan berkembang bersama pesantren. Kiai dan ulama memiliki posisi yang sangat terhormat di tengah masyarakat. Karena itu, apa yang disampaikan Presiden Prabowo tentang pentingnya kedekatan ulama dengan rakyat menjadi penguat bagi kita semua untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta semangat melayani masyarakat,” tuturnya.
Lukman juga berharap penyelenggaraan Munas dan Konbes NU mampu menghadirkan dampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai keagamaan.
“Kami meyakini bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas moral, pendidikan, dan karakter masyarakatnya. Karena itu, sinergi antara pemerintah, ulama, pesantren, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat. Inilah yang menjadi kunci mewujudkan Bangkalan yang maju, religius, dan sejahtera,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga memberikan apresiasi kepada panitia, aparat keamanan, relawan, serta masyarakat yang turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Dukungan berbagai pihak tersebut membuat pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memperkuat posisi Bangkalan sebagai salah satu pusat perkembangan tradisi pesantren dan pendidikan Islam di Indonesia.


















