Pemerintahan

Data PDRB Terbaru, Pemkab Bojonegoro Perkuat Ekonomi Lewat Sektor Pertanian

0
×

Data PDRB Terbaru, Pemkab Bojonegoro Perkuat Ekonomi Lewat Sektor Pertanian

Sebarkan artikel ini
Pemkab Bojonegoro
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zaenal Fanani. Foto: Suyati/Beritabangsa.id

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kini mampu mencatatkan pertumbuhan positif pada Triwulan I Tahun 2026 meski dihadapkan pada tantangan penurunan produksi minyak dan gas bumi (migas) yang selama ini menjadi salah satu sektor dominan dalam struktur ekonomi daerah.

Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbaru, ekonomi Bojonegoro pada Triwulan I-2026 tumbuh sebesar 0,02 persen secara tahunan (year on year/y-on-y).

Hal ini diperkuat melalui sektor pertanian yang kini meningkat, didukung puncak musim panen padi, tumbuh 65,94 persen secara triwulanan (quarter to quarter/q-to-q) dan meningkat 11,38 persen secara tahunan (y-on-y).

Saat diwawancarai awak media ini Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro Zaenal Fanani, mengatakan peningkatan tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah pusat dalam setor pertanian yang memberikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) pada Gabah Kering Panen (GKP) yang telah ditentukan sebesar Rp6500 per kilogram.

Kebijakan tersebut memberikan kepastian harga bagi petani. Bahkan saat panen raya berlangsung, harga gabah di lapangan mampu menembus sekitar Rp7.200 per kilogram atau berada di atas HPP yang ditetapkan pemerintah.

“Petani kita saat ini mendapatkan berkah. Selain harga gabah yang tinggi, kondisi cuaca juga sangat mendukung sehingga produksi pertanian tetap terjaga, dari Tahun 2025 hingga pertengahan Tahun 2026 total masa panen mencapai enam kali,” papar Zaenal Fanani.

Dia juga memaparkan berdasarkan perkiraan awal, musim kemarau yang diprediksi mulai terjadi pada April 2026 berpotensi mengakibatkan kekeringan pada sekitar 9.000 hektare lahan pertanian. Namun, mundurnya musim kemarau dan ditambah lagi adanya normalisasi sungai membuat sebagian besar tanaman padi berhasil diselamatkan.

Kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi petani di Kabupaten Bojonegoro karena produksi tetap terjaga hingga memasuki masa panen raya. Dari ribuan hektare lahan yang semula diprediksi terdampak, kini potensi lahan yang mengalami kekeringan diperkirakan hanya sekitar 70 hektare.

Keberhasilan sektor pertanian Bojonegoro juga ditopang oleh kerja keras para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang secara intensif melakukan pendampingan kepada petani.

Meski dalam dua tahun terakhir petani Bojonegoro hampir tidak pernah berhenti menanam padi, serangan hama dan penyakit tanaman relatif dapat dikendalikan.

“Alhamdulillah serangan hama dan penyakit relatif sedikit. Ini hasil kerja keras teman-teman PPL dan POPT yang terus melakukan pengamatan dan pendampingan kepada petani,” tambahnya.

Di sisi lain, dukungan sarana dan prasarana pertanian juga terus diperkuat oleh pemerintah pusat maupun Pemkab Bojonegoro melalui komunikasi berkelanjutan hingga berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) terus mengalir ke Bojonegoro. Mulai dari traktor roda dua, traktor roda empat, combine harvester, transplanter hingga kultivator.

Tahun 2026, para petani Bojonegoro diproyeksikan menerima sekitar 145 unit Alsintan untuk mendukung produktivitas petani.

Tak kalah penting, arahan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono untuk memperkuat infrastruktur sumber daya air juga menjadi faktor penentu keberhasilan sektor pertanian.

“Keberhasilan Pemkab Bojonegoro ini merupakan kerja keras dari semua unsur bukan hanya DKPP namun ada peran penting pula melalui Dinas PU Sumber Daya Air (SDA), berbagai program pembangunan embung, normalisasi sungai, hingga pembangunan jaringan irigasi terus dilakukan guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian,” tutup Kadin DKKP.

Penulis: Suyati

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60