BERITABANGSA.ID, PAMEKASAN – Warga Dusun Tanagung dan Dusun Mundungan, Desa Tanjung, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, mengeluhkan buruknya kualitas layanan jaringan listrik di wilayah mereka.
Selain tegangan listrik yang kerap mengalami penurunan drastis, kondisi instalasi jaringan yang dinilai semrawut juga memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga.
Keluhan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun hingga kini, masyarakat mengaku belum melihat adanya langkah perbaikan yang signifikan dari pihak PLN.
Akibatnya, aktivitas sehari-hari warga kerap terganggu, terutama pada malam hari ketika kebutuhan listrik berada pada puncaknya.
Berdasarkan keterangan warga, tegangan listrik di Dusun Tanagung pada malam hari hanya mencapai sekitar 121 volt. Sementara itu, di Dusun Mundungan tercatat berada di kisaran 198 volt.
Angka tersebut jauh di bawah standar tegangan listrik rumah tangga yang seharusnya berada pada kisaran normal.
Kondisi tersebut tidak hanya menyebabkan penerangan menjadi redup, tetapi juga berdampak pada berbagai peralatan elektronik milik warga. Sejumlah perangkat rumah tangga dilaporkan mengalami kerusakan yang diduga akibat pasokan listrik yang tidak stabil dan sering mengalami drop tegangan.
Selain persoalan tegangan, masyarakat juga menyoroti kondisi jaringan distribusi listrik yang dianggap membahayakan. Sejumlah kabel listrik terlihat menjuntai di pohon bahkan sebagian berada di permukaan tanah.
Situasi ini dinilai berisiko tinggi, terutama saat musim hujan ketika potensi korsleting dan sengatan listrik meningkat.
Kepala Desa Tanjung, Badrus Sofi, S.E., membenarkan keluhan yang disampaikan masyarakat.
Menurutnya, kapasitas jaringan listrik yang ada saat ini sudah tidak mampu mengakomodasi kebutuhan warga, khususnya di Dusun Tanagung dan Dusun Mundungan.
“Pada kesempatan ini izinkan kami menyampaikan permasalahan di mana tiang beton yang sudah berdiri lengkap dengan jaringannya masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di desa kami, khususnya di Dusun Tanagung dan Dusun Mundungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rendahnya kualitas pasokan listrik telah memberikan dampak nyata terhadap berbagai aktivitas masyarakat.
Salah satunya adalah kegiatan belajar mengajar di lingkungan pendidikan keagamaan yang tidak berjalan optimal karena keterbatasan daya listrik.
Berdasarkan data pemerintah desa, sedikitnya terdapat sekitar 219 pelanggan yang terdampak persoalan tegangan listrik rendah.
Di sisi lain, sekitar 60 warga hingga kini juga belum memiliki sambungan listrik mandiri sehingga masih mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kelistrikan.
Masyarakat berharap PLN segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jaringan listrik di wilayah tersebut. Penambahan jaringan distribusi, peningkatan kapasitas layanan, serta penataan ulang kabel yang dinilai membahayakan menjadi kebutuhan mendesak untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan warga.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya berharap keluhan masyarakat dapat segera mendapat perhatian. Menurutnya, selain merugikan secara ekonomi akibat kerusakan peralatan elektronik, kondisi jaringan yang tidak tertata juga menimbulkan ancaman keselamatan bagi warga yang setiap hari beraktivitas di sekitar jaringan listrik tersebut.
“Kami berharap pihak PLN segera memperbaiki jaringan listrik karena selain merusak alat elektronik, kondisi kabel yang semrawut juga membahayakan keselamatan warga,” katanya.


















