BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Aktifitas warga penambang sumur tua Wonocolo di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro yang tak pernah berhenti menghidupi warganya demi mencari sesuap nasi, justru muncul isu kabar yang menyeret narasi di luar substansi kehidupan masyarakat.
Isu dugaan setoran kepada oknum aparat yang beredar di publik saat ini di bantah oleh para warga asli Desa Wonocolo. Para warga yang hidupnya bergantung pada sumur tua penghasil minyak bumi ini merasa keberatan dengan adanya tuduhan miring yang santer berkembang.
Meski demikian, bagi warga Wonocolo, kehidupan tak dibangun dari kabar yang beredar, melainkan dari kerja keras yang berakar pada kearifan lokal, gotong royong, kebersamaan, dan sistem sosial yang telah lama terjaga.
Sejumlah tokoh masyarakat Wonocolo dan salah satunya sebut saja Udin, menegaskan bahwa hingga saat ini, praktik pengelolaan sumur tua tetap berjalan dalam koridor kebersamaan warga, dengan prinsip saling menjaga dan berbagi hasil dengan semestinya tanpa menyalahi aturan yang sudah ada.
“Kami di sini fokus bekerja dan menjaga kebersamaan. Kalau ada isu di luar, itu bukan bagian dari keseharian kami. Dan kami tidak pernah melakukan atau memberikan atensi,” ujar Udin.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegas bahwa kehidupan di Wonocolo tidak bisa disederhanakan hanya dalam satu sudut pandang, apalagi berdasarkan dugaan yang belum terkonfirmasi secara utuh.
Dia menilai, penting untuk memisahkan antara realitas sosial yang mereka jalani dengan narasi yang berkembang tanpa pijakan langsung di lapangan justru dapat berdampak merugikan para penambang tradisional.
“Yang kami rasakan, ya kami bekerja seperti biasa. Hasilnya untuk keluarga, untuk hidup sehari-hari. Itu yang nyata, tanpa campur tangan pihak-pihak yang dimaksud,” imbuhnya.
Dalam perspektif ini, kearifan lokal Wonocolo justru menjadi benteng untuk menjaga agar dinamika eksternal tidak merusak harmoni internal yang telah terbangun lama. Sistem sosial yang ada bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan dan ketertiban bersama.
Lebih jauh, warga berharap agar setiap informasi yang berkembang dapat disikapi secara bijak dan proporsional, serta melalui proses klarifikasi yang adil. Sebab, keberlangsungan hidup mereka bergantung pada stabilitas dan kepercayaan, bukan pada kabar yang belum teruji.
Di Wonocolo, kebenaran tak lahir dari riuhnya isu melainkan dari denyut kehidupan yang dijalani setiap hari. Dan selama kearifan lokal tetap dijaga, masyarakat akan tetap berdiri tenang, bekerja, dan menjaga marwahnya sendiri.


















