Terkini

Hari Buruh, Ribuan Pekerja Ziarah Makam Marsinah, Ini Pesan Bupati Nganjuk

8
×

Hari Buruh, Ribuan Pekerja Ziarah Makam Marsinah, Ini Pesan Bupati Nganjuk

Sebarkan artikel ini
Hari buruh
Saat Bupati Nganjuk di dampingi Kapolres ziarah Makam Marsinah.

BERITABANGSA.ID, NGANJUK – Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 1 Mei 2026, ribuan buruh dan elemen masyarakat melakukan ziarah nasional di Makam Pahlawan Buruh Marsinah. Acara ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penghormatan atas perjuangan dan pengorbanan Marsinah yang menjadi ikon keberanian dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Dalam momen bersejarah ini, Bupati Nganjuk beserta jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi buruh, serta perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir dan menabur bunga di atas makam sosok pejuang hak asasi manusia tersebut.

Suasana berlangsung khidmat namun penuh semangat. Para hadirin berdoa bersama agar semangat perjuangan Marsinah terus menginspirasi generasi penerus untuk terus berjuang demi terciptanya dunia kerja yang layak, manusiawi, dan berkeadilan.

Bupati Nganjuk, Marhen Djumadi mengatakan, “Hari ini kita berkumpul di sini bukan hanya untuk mengenang, tapi untuk mengambil pelajaran berharga dari perjuangan Ibu Marsinah. Beliau rela mengorbankan nyawa demi membela hak-hak rekan kerjanya yang dirugikan. Pemerintah Kabupaten Nganjuk sangat menghargai dan mendukung penuh peran buruh sebagai tulang punggung perekonomian daerah,” ujar Bupati di sela-sela acara, Jum’at (1/5/2026).

Bupati juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan pekerja.

“Kami berjanji akan terus berupaya menciptakan iklim kerja yang kondusif, menekan angka pengangguran, dan memastikan hak-hak buruh seperti upah layak, jaminan sosial, dan keselamatan kerja benar-benar terpenuhi. Jangan sampai pengorbanan Marsinah sia-sia, keadilan harus terus ditegakkan,” tegasnya.

Sementara itu, pihak LSM yang hadir menyoroti bahwa perjuangan hak buruh masih jauh dari kata selesai. Masih banyak pekerja yang belum mendapatkan haknya secara utuh.

Perwakilan LSM, “Kehadiran kita di makam Marsinah ini adalah bentuk protes dan kesadaran bahwa sampai hari ini masih banyak ketimpangan di dunia kerja. Masih ada upah murah, PHK sepihak, dan pelanggaran hak lainnya. Marsinah gugur karena berani bicara benar, maka kita yang hidup harus meneruskan suaranya,” ungkapnya.

Ia pun menuntut adanya kepastian hukum dan perlindungan yang nyata bagi seluruh pekerja.

“Kami berharap pemerintah tidak hanya hadir saat peringatan hari buruh saja, tapi benar-benar hadir di lapangan saat ada buruh yang tertindas. Jangan biarkan kasus seperti yang menimpa Marsinah terulang kembali di masa sekarang. Reformasi birokrasi dan perlindungan hukum yang tegas harus segera diwujudkan,” tambahnya.

Acara diakhiri dengan orasi kebangsaan dan pembacaan doa bersama. Semangat May Day kali ini diharapkan mampu menyatukan visi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja demi mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat.(Isk)

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60